Ester Ria, tenaga kerja Indonesia asal Kalimantan Barat yang diduga mengalami penyiksaan majikannya di Malaysia, akhirnya meninggal dunia. Nyawanya tak tertolong walau pihak RSUD Landak, Kalbar sudah berupaya merawat Ester karena luka yang dideritanya.
Ester menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 14.30 WIB, Sabtu (3/8/2013). Wanita 32 tahun asal Desa Selange, Kecamatan Meranti ini sebelumnya memang mengalami nasib mengenaskan sepulang dari Malaysia.
Saat dibawa ke Rumah sakit Umum Pemerintah Kabupaten Landak, korban dalam keadaan tak sadarkan diri dan terus muntah darah. Di tubuh korban juga terdapat banyak luka lebam akibat tindak kekerasan fisik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tubuh korban sudah tak terhitung-hitung luka lebam-lebam dan bekas sundutan api rokok," kata Leonardo. Tak hanya mengalami kekerasan fisik, korban juga mengalami depresi berat.
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemkab Landak, Nyemas Srikandi, mengatakan pihaknya sejak awal terus mendampingi dan memantau kasus yang menimpa TKW ini.
"Kami kesulitan mengorek keterangan korban, karena saat dibawa ke rumah sakit korban dalam keadaan tak sadarkan diri," ujar Nyemas.
Nyemas menambahkan keluarga korban juga tidak mengetahui penyebab korban menderita lukai-luka di sekujur tubuhnya. "Keluarga juga tidak tahu penyebab luka-luka yang dialami korban," terangnya.
Namun untuk riwayat keberangkatan korban ke Malaysia, diketahui korban merupakan TKW ilegal. "Bisa jadi Ester menjadi korban perdagangan manusia, karena siapa yang memberangkatkan dan memperkerjakan korban tidak diketahui," tuturnya.
Untuk biaya perawatan dan pemulangan jenasah korban ke desanya sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Landak. "Kita meminta keluarga segera mengurus surat keterangan miskin supaya mendapat Jaminan Kesehatan," tegasnya.
Sayangnya keterangan tak simpatik datang dari Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Pontianak, Toto Tirang. Menurut dia kasus Ester Ria bukan tanggung jawab pihaknya.
"Kami tidak bertanggungjawab soal kasus itu, pertanyaan saudara seharusnya bukan ditujukan ke pihak kami," ketus Toto.
Toto menjelaskan pihaknya sejauh ini tidak pernah mendapat pengaduan atau laporan dari manapun termasuk keluarga korban.
"Jadi kalau tidak ada pengaduan, itu bukan tanggung jawab kami," selorohnya.
(ndr/ndr)










































