Saat keluar dari ruang tahanan narkoba Polda Metro Jaya, sekitar pukul 10.30 WIB, Sabtu (3/8/2013), Hercules tampak sopan. Mengenakan baju hijau lengan panjang dan sarung tangan hijau, dia sempat memberi hormat pada polisi yang membacakan surat perintah penangkapan. Saat itu, dia didampingi sang pengacara, Joao Meco.
Selama hampir satu menit, personel polisi membacakan surat penangkapan itu, Hercules tidak menunjukkan reaksi perlawanan. Ketua ormas Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) tersebut hanya mengangguk tanda mengerti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum masuk mobil, pria asal Timor Leste itu sempat melambaikan tangan ke awak media. Namun dia tak berkomentar apa-apa. Senyum merekah sempat terlihat dari wajahnya.
Total pengawalan yang dikerahkan untuk Hercules hampir 120 orang. Mereka terdiri dari pasukan tim pemburu preman Polres Jakbar, Jatanras dan Ditkrimum Polda Metro Jaya dan Brimob. Lalu semuanya naik enam mobil dan 20 motor guna mengawal keberangkatan Hercules ke Polres Jakbar.
Rencananya, Hercules akan menjalani pemeriksaan dalam kasus pemerasan dan pencucian uang.
Β
(mad/aan)











































