Penarikan Surat Mega, Yusril Ditunjuk Komunikasi dengan DPR
Kamis, 28 Okt 2004 15:13 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra untuk melakukan komunikasi dengan DPR terkait penarikan surat mantan Presiden Megawati tentang pergantian Panglima TNI."Beliau telah menunjuk Mensesneg untuk melakukan komunikasi dengan DPR," kata Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi kepada wartawan dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (28/10/2004).Penjelasan ini disampaikan Sudi menanggapi pertanyaaan tentang kemungkinan DPR menolak penarikan surat mantan Presiden Megawati dan mengajukan hak interpelasi kepada Presiden SBY."Kalau DPR akan ajukan pertanyaan kepada presiden, tentu Presiden akan menjawab sesuai ketentuan yang berlaku. Yang jelas penarikan itu atas dasar bahwa dalam jangka sampai lima tahun ke depan diperlukan adanya konsolidasi," katanya. Dijelaskannya, surat Presiden SBY kepada Ketua DPR Agung Laksono guna mencabut surat Presiden Megawati tanggal 8 Oktober 2004 perihal pemberhentian Panglima TNI Jenderal Endriartono dan pengangkatan Jenderal Ryamizard Ryacudu adalah dalam rangka penataan di lingkungan TNI. "Saya kira tak ada pertimbangan lain dalam penarikan surat tersebut. Ini demi kelancaran pemerintahan saja karena perlu perencanaan yang matang. Semua dicermati dan kita ingin putusan yang diambil itu menyeluruh," demikian Sudi Silalahi.
(gtp/)











































