Foto tersebut dipasang di situs perusahaan sekaligus jadi upaya promosi perusahaan yang berlokasi di kawasan Kota Wisata, Cibubur. Irena, 37 tahun, pemilih perusahaan mengatakan Siti memang salah satu klien yang mengambil tenaga infal – pembantu rumah tangga yang khusus dipekerjakan saat mudik dan Lebaran.
“Saya kan enggak tahu dia datang ya, saya kaget juga. Dia telepon ‘Saya siti mau datang ya’, ternyata yang datang itu ibu Siti Fadillah,” kata Irena kepada detikcom di kantornya, Kamis (1/8). Pada hari Minggu akhir Juni itu , Irena kebetulan sudah berencana ingin jalan-jalan dengan buah hatinya. Namun karena yang datang adalah salah satu tamu penting, maka Irena pun turun tangan langsung melayani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Irena, tenaga kerja infal asal Jawa Tengah dan Jawa Barat yang ia tampung kebanyakan disalurkan ke wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang. Permintaan pekerja infal yang ia terima meningkat hingga 3-4 kali lipat dibanding jasa pembantu pada masa normal.
Adanya publisitas juga diyakini jadi salah satu faktor yang membuat omzet Irena melejit. Berawal dari sekedar publikasi mulut ke mulut, kini Irena menyebut kalangan pengguna jasanya juga tersebar mulai dari artis hingga pejabat. ”Tahun ini kami memang banyak dapat promosi liputan, dari artis-artis papan atas,” kata Irena.
Setali tiga uang, Bu Gito pun menyebutkan pelanggan mereka umumnya menengah ke atas. Sejumlah pejabat dan artis juga jadi pengguna jasa pembantu infal yang disediakannya dalam Yayasan Cendana Raya, di kawasan Cipete Selatan, Jakarta Selatan yang dia kelola.
Namun berbeda dengan Irena, Bu Gito berujar para public figure tersebut jarang datang sendiri menyambangi kantornya. Dia tahu identitas pelanggannya justru ketika para pembantu rumah tangga itu lapor saat kembali ke yayasan. “Paling nyuruh ajudan mereka sih. Kami tahunya itu dari anak-anaknya (PRT), pas pulang ditanya kamu kerja di mana, mereka yang cerita ternyata saya di tempat si anu,” kata Bu Gito.
(erd/erd)











































