5 Kota di Jateng Jadi Tempat Mangkal Pemadat
Kamis, 28 Okt 2004 14:58 WIB
Seamrang - Peredaran narkoba di Jateng tergolong sangat merata. Terbukti, dari hasil operasi Polda Jateng, ada 5 daerah yang dijadikan markas kejahatan jenis ini. Juga, ada 11 orang pengedar dan pemakai yang berhasil dibekuk.Direktur Narkoba Polda Jateng AKBP Djarot Subroto mengungkapkan, ke-5 daerah tempat mangkal pengedar dan pemakai narkoba antara lain, Pekalongan, Tegal, Solo, Banyumas, dan Semarang. Mereka ditangkap secara bergelombang sejak pertengahan Oktober ini."AR dan DB adalah pengedarnya. Mereka berdua ditangkap di Banyumas. Sedangkan 9 orang lainnya hanya pemakai, ditangkap saat pesta di daerah masing-masing," kata Djarot kepada wartawan di Ruang Direktorat Narkoba Polda Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Kamis (28/10/2004).Meski terjerat kasus serupa, ke-11 orang tersebut bukanlah satu jaringan. Mereka bekerja dan bertindak sendiri-sendiri. Hanya pengedar AR dan DB yang mengaku mendapatkan sabu-sabu, ekstasi, dan alat-alat lainnya dari Jakarta.Ketika ditanya daerah yang diidentifikasi adanya peredaran narkoba terbanyak, Fjarot tak menjawab dengan pasti. "Tapi Solo termasuk daerah yang rawan narkoba. Seperti di Kampung Balong, Solo. Di tempat itu anak kecil sudah terbiasa memakai obat-obat seperti ini," katanya sambil menunjuk barang bukti berupa sabu-sabu dan ekstasi yang diletakkan di meja.Dikatakan Djarot, operasi terhadap narkoba akan terus dilakukan, terutama di tingkat Polres. Polda Jateng hanya kebagian memback up saja. Misalnya, untuk kasus yang operasinya lintas daerah.Kasat Penyidik Narkoba AKP Sunarto yang ikut dalam penjelasan tersebut menambahkan dari hasil operasi, pihaknya mendapatkan 40 gram sabu-sabu (SS), 14 butir ekstasi, 4 HP, korek api, 3 buah bong, dan satu gulung aluminium foil, plastik pembungkus, dan uang sebanyak 610 ribu rupiah."Satu gram SS dijual seharga 800 ribu rupiah. Istilahnya, pahe (paket hemat)," katanya pendek.Dalam gelar narkoba itu, selain memberi penjelasan soal kasusnya, Polda Jateng juga membawa serta ke-11 orang yang berhasil ditangkapnya. Mereka berpakaian tahanan berwarna merah-merah. Setiap kali ada kamera menyorot, mereka selalu membalikkan badan.
(nrl/)











































