"Ini sudah memasuki puncak kemarau meski masih sempat turun hujan beberapa waktu lalu," ungkap Slamet, seorang petani warga pesisir Samas, Sanden, Bantul, Jumat (2/8/2013).
Menurut dia, puncak kemarau biasanya disebut musim bedidhing. Musim seperti ini ditandai dengan berembusnya angin dari tenggara (Australia) di sore hari yang lebih kencang dari biasanya. Hal itu dirasakannya karena rumahnya sekitar 1,5 km dari Pantai Samas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG DIY Tony Agus Wijaya menambahkan bulan Agustus merupakan puncak kemarau, tetapi curah hujan masih memungkinkan terjadi.
Selama satu pekan terakhir ini suhu udara juga cukup ekstrim. Dia mencontohkan pada hari Rabu (31/7/2013), suhu malam hari mencapai 19 derajat celcius. Sedangkan pada hari berikutnya mencapai 20 derajat celcius.
"Cuaca paling dingin terjadi sekitar pukul 4 pagi. Ini akan terus terjadi selama musim kemarau," pungkas Tony.
(/)











































