Resmi Disita, Plaza Senayan Tetap Beroperasi Normal

Resmi Disita, Plaza Senayan Tetap Beroperasi Normal

- detikNews
Kamis, 28 Okt 2004 14:49 WIB
Jakarta - Juru sita Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Jeri D.Rampen, resmi menyita Plaza Senayan (PS) di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (28/10/2004)."Ini sita jaminan, tidak ada eksekusi," tandas pengacara Badan Pengelola Gelora Bung Karno, Indra Warga Dalem. Badan Pengelola adalah penggugat yang gugatan sita jaminannya dikabulkan oleh PN Jakpus.Indra memberikan keterangan pers di lantai 9 kantor PT Senayan Trikarya Sempana, pengelola PS, usai melakukan perundingan dengan juru sita dan pengacara PT Senayan Trikarya Sempana, Kamis siang (28/10/2004).Juru sita menyita jaminan kompleks PS yang terdiri dari PS Office Tower, PS Apartemen A dan B, Gedung Parkir PS, PS Open Canteen dan PS Anex Living Stone. Penyitaan berdasarkan surat penyitaan PN Jakpus no No 318/PDT.G/2004/PN.JKT.PST.Menurut Indra Warga Dalem, proses sita jaminan ini adalah rangkaian dari gugatan Setneg RI c.q. Badan Pengelola terhadap Kajima Overseas Asia Pte Ltd dan PT Senayan Trikarya Sempana. Sekadar diketahui, Kajima adalah pemegang 70% PT Senayan.Indra menuturkan, aset-aset yang disita jaminan itu kemudian dititipkan pada PT Senayan Trikarya Sempana untuk dipelihara dengan baik dan tidak dipindahtangankan."Dalam proses sita jaminan tidak ada eksekusi. Dan dengan dilakukannya sita jaminan ini bukan berarti kompleks PS tidak bisa dipergunakan. Semua aktivitas berjalan seperti biasa. Yang tidak dapat dilakukan adalah menjual, memindahtangankan atau membaliknamakan kompleks ini tanpa seizin PN Jakpus," urai Indra.Indra menuturkan, dalam perjanjian antara Kajima dan Setneg, mengenai peraturan pengembangan areal, kompensasi yang didapat merugikan negara dan mengakibatkan pembagian keuntungan yang tidak fair pada negara. "Sehingga negara dirugikan USD 225 juta. Untuk kerugian moril Rp 3 triliun serta kerugian biaya Rp 5 miliar," kata Indra.Penyitaan sempat menarik perhatian pengunjung karena banyaknya wartawan cetak dan elektronik yang meliput kejadian itu. Namun aktivitas di kompleks pusat perbelanjaan elit itu tetap berjalan seperti biasa. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads