Feri biasa berkerja 3 kali dalam sehari dengan jam tertentu. Pukul 06.00 WIB dia sudah standby menjaga palang hingga pukul 09.00 WIB. Kemudian berpatroli disepanjang jalur TransJ. Sore hari pukul 4 hingga 6 dilanjut menjaga palang.
"Istirahat buka puasa, jam tujuh sampai sembilan malam dilanjut lagi," ucap Feri di dekat Halte TransJ Pejaten Philips, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2013).
Sebelum bertugas biasanya Feri dan beberapa rekannya keliling. Mereka memastikan kondisi jalur dan bus dalam keadaan aman.
"Kita muter untuk mengamankan, takutnya ada mobil TransJ yang mogok. Kita evakuasi agar tidak mengganggu jalan" ucap Feri
Menurutnya tidak hanya patroli yang dilakukan, terkadang mereka juga membantu para korban yang kecelakaan di wilayah patroli mereka.
Feri juga mengungkapkan dia pernah membantu mobil Brimob yang masuk jalur TrasnJ.
"Mobil Brimob masuk jalur terus mogok, untung waktu itu hairi libur jadi sepi terus kita bantuin," katanya.
Meski sering mendapat omelan dari para pengemudi, Feri merasa ini bagian dari resiko pekerjaan yang dipilihnya. Hal ini juga menjadi tanggungjawab setiap petugas palang pintu untuk menegur siapapun yang melanggar peraturan.
"Kami yah dicaci maki demi sesuap nasi untuk anak istri dan memang sudah kewajiban kita menjaga portal TrasnJ ini," kata pria beranak satu ini.
(slm/gah)











































