Fitri Sri Handayani (25) alias Fia mengaku selama ini baru merasakan pertengkaran fisik. Menjadi jejak hidup tak terlupakan sewaktu sosok yang bersitegang dengannya itu ternyata artis Nikita Mirzani. Fia mengungkap kisah versinya saat insiden keributan dengan Nikita.
"Nikita menyerang ketiga kalinya. Dia kembali menjambak rambut saya. Lalu saya berusaha melepas tangannya. Tapi dia tidak lepaskan jambakan," ucap Fia saat ditemui wartawan di kantor advokat Bob Nainggolan, Jalan Sumatra No.33, Kota Bandung, Jumat (2/7/2013).
"Waktu itu saya sudah angkat kedua tangan. Teriak ampun dan sakit. Setelah itu ada yang misahin, tapi saya enggak tahu orangnya," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ini enggak pernah berantem," ucap Fia.
Dara berambut panjang ini menyambangi kafe tersebut sekitar pukul 22.00 WIB pada Jumat 26 Juli. Mahasiswi yang kuliah di Bandung ini kongkow bersama sahabat lelaki dan perempuan.
"Waktu itu sembilan orang," ujarnya sambil duduk di samping kuasa hukum, Reinhard P. Nainggolan.
Meski berada di area sama, rombongan Fia mengaku tidak mengetahui keberadan Nikita cs. Ia juga tak memerhatikan Nikita menempati meja bagian mana. "Saya enggak kenal Nikita," ungkap Fia.
Memasuki Sabtu dini hari atau pukul 02.30 WIB, Fia cs beranjak meninggalkan kafe. Namun langkah kakinya terhenti saat di pintu utama kafe lantaran terjadi keributan.
"Ada yang berantem, tapi engga tahu siapa mereka. Karena ada seorang teman terlihat melerai, saya penasaran dan hampiri. Tapi saya ditarik teman lainnya, dia bilang jangan ikut-ikutan. Saya pun diam berdiri di parkiran," tuturnya.
Di kerumunan orang yang ribut itu, Fia melihat seorang perempuan berpakaian putih yang belakangan ternyata Nikita Mirzani. Artis seksi pemeran film 'Mama Minta Pulsa' itu mondar-mandir. "Tiba-tiba dia (Nikita) nyamperin saya. Dia bilang, 'kenapa lo, nantangin gue'. Terus mukul kena mata kanan saya. Ada yang misahin," ujarnya.
Fia emoh membalas. Sambil menahan nyeri, ia ingin mengetahui siapa gerangan yang melayangkan bogem. "Kedua kalinya, dia pukul hidung dan mulut saya. Berdarah. Selain itu menjambak saat posisi saya nunduk di bawah. Jambakan itu sakit banget. Sempat dipisah. Lagi-lagi dia menyerang untuk ketiga kalinya," jelas Fia yang mengklaim tidak pernah meluncurkan pukulan kepada Nikita.
Insiden tersebut berlanjut ke kantor polisi. Berlumuran darah, Nikita bergegas membuat laporan dengan mengaku sebagai korban penganiayaan. Dua hari kemudian atau Senin 29 Juli, setelah rawa inap di RS Immanuel Bandung, giliran Fia melaporkan Nikita dengan perkara serupa. Kasus ini ditangani Satreskrim Polrestabes Bandung.
(bbp/trw)










































