Amuk Massa di Kantor PT Metro Mini Disebabkan Dualisme Internal?

- detikNews
Jumat, 02 Agu 2013 06:34 WIB
Jakarta - Ratusan sopir Metro Mini merusak kantor Metro Mini di Jalan Pemuda, Jakarta Timur kemarin. Kabarnya, amuk massa tersebut dilatarbelakangi dualisme kepemimpinan di tubuh perusahaan itu.

"Selama ini yang menempati kantor ini bukan pengurus Metro Mini. Kami nggak kenal mereka," ujar Direktur PT Metro Mini, Novriyaldi di Kantor Metro Mini, Jl Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (1/8/2013).

Novriyaldi mengatakan, sesuai hasil RUPS tanggal 23 Februari 2013, dirinyalah yang terpilih sebagai Direktur Utama PT Metro Mini. RUPS tersebut juga menyepakati 9 orang lainnya masuk dalam jajaran direksi hingga 5 tahun ke depan.

"Itu sudah kita daftarkan ke Kemenkumham, ada buktinya," terang Novriyaldi.

Namun hingga saat ini ia tidak dapat menempati kantor tersebut karena dihuni oleh kelompok lain. Menurutnya, kelompok yang menduduki kantor Metro Mini ini berjumlah puluhan orang. Mereka mulai menempati kantor tersebut sejak tahun 2009.

"Nah sejak saat itu manajemen Metro Mini tidak diperhatikan dan kacau balau," ungkapnya.

Sementara selama ini yang mencuat ke publik, Direktur Utama PT Metromini adalah Halomoan Panjaitan. Namun menurut Novriyaldi, Halomoan Panjaitan sudah tidak lagi menjabat sebagai Dirut.

"Sebelum saya ini, Dirutnya memang TH Panjaitan. Tapi itu sudah sejak tahun 1993. Di mana-mana jabatan dirut kan hanya 5 tahun," ungkapnya berapi-api.

Menurut Novriyaldi, Panjaitan ditetapkan sebagai dirut melalui SK nomor 2928 tahun 1993. SK tersebut dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan. Dalam RUPS Februari 2013 lalu, Panjaitan tidak hadir.

"Tapi manajemennya nggak jalan. Kami mau ngurus KIR, bengkel, ngurus surat apa-apa harus sendiri," katanya.

Sementara itu, Direktur Umum TH Panjaitan sendiri membantah kerusuhan tersebut dilatarbelakangi dualisme kepemimpinan di PT Metromini. Menurutnya, pengrusakan tersebut hanya diakibatkan karena salah paham.

"Nggak ada dualisme. Latar belakangnya mereka (massa perusak kantor) memahami bahwa Metro Mini mau dihapus. Ternyata kan tidak begitu, karena penjelasan Gubernur DKI (Joko Widodo), Metro Mini akan diremajakan karena banyak yang tidak lulus KIR," sanggah TH Panjaitan ketika dihubungi terpisah.

Karena aksi tersebut kantor PT Metro Mini hancur lebur. Seluruh kacanya pecah, perabotan di dalamnya juga hancur. Pagar beserta papan bertuliskan PT Metro Mini ringsek. Beruntung seluruh berkas yang ada di lantai 2 bangunan berwarna biru ini aman.

"Yang penting data aman. Kita nggak masalah kantor hancur begini, dari pada harus diduduki orang lain," pungkas Novriyaldi.



(dnu/mpr)