Otak Komplotan Pembius 'Jamu' Sudah Beraksi 26 Kali

Otak Komplotan Pembius 'Jamu' Sudah Beraksi 26 Kali

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 01 Agu 2013 21:46 WIB
Jakarta - Aparat Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan perampok dengan modus pembiusan 'jamu'. Otak komplotan pembius, Alex sudah 26 kali melakukan aksi serupa.

"Sejak tahun 2010 sampai Juni 2013, dia sudah 26 kali beraksi. Pada Juli 2013, dia sudah melakukan 6 kali dengan modus yang sama," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Alex merupakan residivis kasus serupa yang ditangkap pada 2010 lalu. Pada tahun 2011, dia pernah menjalani hukuman penjara di LP Cipinang selama 2 tahun dan bebas pada April 2013.

Herry mengatakan, pada Juli 2013 ini, Alex dan 2 tersangka lainnya yakni Bolton dan Daglek sudah melakukan kejahatan serupa sebanyak 6 kali. Berikut catatan kepolisian.

Komplotan itu pernah merampok seorang TKI bernama Tasman, saat berada di Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu ia hendak ke Sulawesi.

Korban yang diajak oleh komplotan ini naik mobil yang disediakan tersangka, dicekoki jamu yang sudah dicampur dengan obat penenang di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Setelah pingsan akibat pengaruh bius itu, korban diturunkan di Jalan Tol Cikarang Pusat, Bekasi. Para pelaku mengambil uang tunai sebesar Rp 1,1 juta dan 1 unit handphone dari korban.

Mereka juga diduga melakukan aksi serupa di Tol Bekasi Timur. Di situ, para pelaku mengambil 1 unit HP dan uang tunai Rp 1,8 juta dari korbannya.

Di Tol Jagorawi, para tersangka mengambil 1 unit HP dan uang tunai sebesar Rp 3 juta. Kemudian di Jalan Jombang, Jawa Timur, tersangka mengambil 2 unit HP dan uang tunai Rp 1,5 juta.

Selanjutnya, di tol Cikarang Timur, para pelaku mengambil 2 unit HP dan uang Rp 400 ribu setelah membuang korban di lokasi tersebut. Di Tol Bekasi Timur, komplotan ini juga mengambil 3 unit HP dan uang Rp 2,2 juta dari korbannya.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Slamet Riyanto, mengimbau agar warga mewaspadai aksi kejahatan tersebut.

"Mereka juga sering menyasar korban yang hendak mudik," ujar Slamet.

(mei/ega)


Berita Terkait