"Hal yang perlu diwaspadai ke depan, kita tidak khawatir 3 orang (cagub) atau KPUD, yang penting sama-sama komitmen agar Pilgub ini dilaksanakan transparan," kata cawagub Herman, di Media Center DKPP Jalan MH Thamrin, Jakpus, Kamis (1/8/2013).
"Itu yang kita kejar di Pilgub 2008, kita kejar kata transparan," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk Pilgub Jatim saat ini, menurutnya agar tak ada penggelembungan DPT, KPU harus membuka sistemnya IT DPT-nya lalu tiap pasangan calon merekap di banyak file dalam bentuk cakram DVD.
"Saya ingin katakan di sistemnya, itu yang memang harus betul-betul dilihat Bawaslu. Di situ hadirkan ahli dari IT, karena apa yang dulu terjadi penggandaan itu adalah begitu sekumpulan nama diklik muncul nama lain. Misal Fulan muncul Fulan-fulan lain yang berbeda," tuturnya.
"Tapi begitu dibuka lagi muncul sederet NIK yang sama meski nama di bawahnya beda, tapi jenis kelamin dan alamatnya sama semua. Ini penggandaan," lanjut Herman.
Ia berharap Bawaslu bisa berperan dalam mengawasi penetapan DPT dalam Pilgub Jatim ini. "Saya harap kita bisa sama-sama turun bersama Bawaslu. Mohon back up kita buka DPT bersama," ucapnya.
"Menang kalah belakangan, yang penting bagaimana pengiriman database harus ada pemantau yang juga menerima," imbuhnya.
(bal/ega)










































