"Pertama tetap diimbau untuk kalau cuaca terlalu jelek tidak berangkat dulu. Tapi tentunya himbauan kepada navigatornya harus berhati-hati," ujar Dirjen Perhubungan Laut Bobby Mamahit di Kementerian Perhubungan Laut, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (1/7/2013).
Untuk pertolongan pada musibah kapal, Kemenhub telah menempatkan beberapa petugas SAR di jalur-jalur yang akan akan dilalui pemudik. Jalur-jalur tersebut diduga akan padat melayani penumpang seperti di wilayah Kalimantan-Semarang, lalu wilayah Riau yang menerima banyak kedatangan dari Johor, Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para penumpang dan awak kapal juga diingatkan untuk selalu mengikat barang-barang agar tidak bergeser saat dihantam gelombang tinggi. Jika terjadi cuaca buuruk, maka akan diwajibkan untuk menunda keberangkatan kapal.
"Tahun lalu agak sedikit enak, tahun ini nih cuacanya cenderung tidak stabil," kata Bobby.
Diperkirakan puncak kepadatan akan dimulai H-7. Daerah-daerah yang akan dikena dampak cuaca buruk adalah daerah selatan Jawa, selatan NTT, dan Maluku Tenggara. "Cuaca itu kan data dari BMKG. Daerah Ketapang-Gilimanuk berpengaruh juga," ujarnya.
(/)











































