"Sebetulnya sejak 14 Mei kita mendaftar ke KPUD sesungguhnya kita sudah mempersiapkan semua plant. Plant A berjalan jika semua running well plan B jika ada kendala, nah kita saat ini kategori contingency plan," kata Khofifah kepada detikcom, Kamis (1/8/2013).
Ada sedikit persoalan di tim sukses Khofifah setelah KPU Jatim mencoret keikutsertaannya di Pilgub Jatim. Ada sejumlah tim sukses yang down.
"Ketika pengumuman dari KPU, teman yang melakukan konsolidasi agak down, itu normal karena eksepektasi mereka tidak sampai atau tidak terpenuhi," katanya.
Khofifah pun langsung memerintahkan konsolidasi terus berjalan. Sembari menempuh gugatan ke DKPP dan PTUN. Pertemuan dengan tim pemenangan terus berlangsung.
"Saya menyampaikan kepada mereka terus melanjutkan konsolidasi. Saya pun Sabtu-Minggu kemarin ya langsung bertemu dengan tim pemenangan tingkat ranting dan ini terus dibangun," katanya.
Kini setelah DKPP memberikan angin segar dan KPU langsung menetapkannya sebagai cagub Jatim, Khofifah pun langsung melakukan konsolidasi. Lalu mampukah rencana darurat tersebut menumbangkan kompetitor sejatinya Soekarwo-Saifullah Yusuf yang didukung 66,5% suara parpol?
"Muda-mudahan menang. Di handphone saya itu banyak SMS masuk, di facebook dan twitter teman-teman tim di daerah simpati luar biasa. Mereka secara spontan menjadi tim pemenangan," ungkapnya.
(van/trw)











































