Jenderal Ryamizard: Panglima dan Atasan Saya Tetap Pak Tarto

Jenderal Ryamizard: Panglima dan Atasan Saya Tetap Pak Tarto

- detikNews
Kamis, 28 Okt 2004 11:41 WIB
Bandung - KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu mengaku pertemuannya dengan Presiden SBY di Istana pada Rabu (27/10/2004) malam hanya silaturahmi. KSAD menegaskan sampai sekarang atasannya adalah Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. "Panglima dan atasan saya adalah Jenderal TNI Endriartono Sutarto. Dalam masa konsolidasi ini, biarlah TNI seperti apa adanya sekarang ini," tegas KSAD kepada pers yang menemuinya usai memberikan ceramah pembekalan kepada para perwira siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di JL RE Martanegara Bandung, Kamis (28/10/2004).KSAD sendiri semula enggan menjawab pertanyaan wartawan. Apalagi berkaitan dengan pemanggilan dan pembicaraan antara dirinya dengan Presiden SBY di Istana Negara semalam. Wartawan menemuinya berkaitan dengan polemik dan perkembangan politik yang terjadi menyangkut posisi Panglima TNI menyusul penarikan surat Presiden Megawati ke DPR yang menyetujui pengunduran diri Jenderal Endriartono dari jabatannya dan mengusulkan nama Jenderal Ryamizard sebagai penggantinya. Belakangan, Presiden SBY dengan alasan perlu waktu untuk konsolidasi menarik surat tersebut. Namun penarikan surat itu mengundang protes terutama dari F-PDIP di DPR.Menurut KSAD, TNI tidak akan mencampuri wilayah politik. "Silakan saja. Yang jelas saat ini, Panglima dan atasan saya adalah Jenderal TNI Endriartono Sutarto," tegasnya.Ketika ditanya, berapa lama jangka waktu yang diperlukan untuk konsolidasi itu, KSAD dengan tegas menjawab bahwa itu sepenuhnya ada di tangan Presiden SBY. "Terserah beliau saja. Yang jelas, TNI tetap menjalankan tugas dan fungsinya seperti biasa," katanya lagi.Ketika ditanya lagi soal pemanggilan dirinya ke Istana Negara semalam, KSAD menjawab diplomatis bahwa dirinya hanya melakukan silaturahmi. "Beliau dulu juga atasan saya. Semasa beliau Pangdam, saya jadi Kasdam-nya. Jadi, kami silaturahmi biasa saja," katanya mengelak.Perkara polemik yang berkembang di DPR, KSAD menyerahkan sepenuhnya mekanisme itu kepada DPR. "Saya tidak tahu soal politik. Terserah saja," tegasnya.KSAD datang ke Bandung menggunakan helikopter yang mendarat di halaman belakang Sesko TNI itu untuk memberikan ceramah pembekalan. Usai memberikan ceramah, KSAD langsung kembali terbang ke Jakarta. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini