Aksi demo ratusan sopir ini berlangsung anarkis. Sopir-sopir ini merusak dan memecahkan kaca-kaca kantor berlantai dua ini. Mereka juga menghancurkan meja dan kursi di kantor tersebut, Kamis (1/8/2013). Diduga pengrusakan ini terkait dualitas manajemen di PT Metro Mini.
Petugas membawa 10 orang pria ini dengan menggunakan mobil truk yang biasa digunakan untuk mengangkut pasukan. Mereka dibawa dari dalam kantor tersebut. Perawakan pria-pria ini terlihat berkulit hitam dan tinggi besar. Belum jelas dari kubu mana pria yang diamankan petugas itu berasal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya apakah orang yang diamankan itu adalah preman, Mulyadi belum bisa memastikannya. "Kita belum tahu ini masih diselidiki," katanya.
Usai 10 orang ini diamankan, para sopir ini kemudian membubarkan diri. Mereka satu per satu masuk mobilnya dan meninggalkan kawasan itu.
(nal/nwk)











































