Pengamat: SBY Tak Elegan Tarik Surat Panglima Berhenti

Pengamat: SBY Tak Elegan Tarik Surat Panglima Berhenti

- detikNews
Kamis, 28 Okt 2004 10:25 WIB
Jakarta - Sikap Presiden Jenderal (purn) Susilo Bambang Yudhoyono yang menarik surat tentang pemberhentian dan pengangkatan Panglima TNI dinilai sebagai tindakan yang tidak elegan. Sikap tersebut juga bisa dikategorikan pelecehan terhadap DPR."SBY tidak bisa melakukan penarikan surat itu karena DPR sudah membahasnya. Ini cara yang tidak elegan."Demikian ungkap pengamat militer dari CSIS Edy Prasetyono dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (28/10/2004)."Cara-cara itu sudah bisa dikategorikan sebagai pelecehan terhadap parlemen," tukasnya.Seperti diberitakan, SBY mengajukan surat ke DPR untuk menarik surat presiden tentang pengunduran diri panglima TNI No.R32/pres/10/2004 tertanggal 8 Oktober 2004. Surat nomor No.R41/pres/10/2004 juga mencantumkan bahwa permintaan penarikan ini tidak terkait dengan persoalan pribadi baik dengan Endriartono maupun Ryamizard.Edy mengatakan, seharusnya SBY mengajukan surat baru yang berisi usulan pengangkatan panglima TNI. "Kalaupun masih sreg dengan Panglima TNI yang lama, SBY seharusnya bisa mengirimkan surat baru meminta persetujuan DPR.""Penarikan surat itu tidak menyelesaikan persoalan," tegas dosen pascasarjana FISIP UI ini.Edy juga menyayangkan, adanya pencantuman tidak terkait dengan persoalan pribadi dalam surat tersebut. "Untuk surat yang berkaitan dengan institusi negara seharusnya tidak usah ditulis dalam teks tidak ada masalah pribadi," kata dia.Ia mengakui presiden memang memiliki hak prerogatif mengenai keberadaan Panglima TNI. "Tapi, yang harus diingat, presiden memiliki prerogatif untuk mengajukan usulan bukan untuk mengangkat Panglima TNI," demikian Edy. (ton/)


Berita Terkait