Habib Rizieq:
Sidang Ba'asyir Tak Masuk Akal
Kamis, 28 Okt 2004 10:21 WIB
Jakarta - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menilai sidang terhadap Abu Bakar Ba'asyir yang didakwa terlibat bom di Hotel JW Marriott bukan masalah hukum tapi masalah politik. Menurutnya, sidang itu tak masuk akal karena mengadili Ba'asyir."Proses persidangan Abu Bakar Ba'asyir ini bukan masalah hukum tapi proyek politik." Penjelasan tersebut dikatakan Rizieq kepada wartawan sebelum mengikuti sidang perkara terorisme dengan terdakwa Ba'asyir di Departemen Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (28/10/2004). "Ustad Abu dua kali maju dalam persidangan dengan kasus yang sama.Ini tidak masuk akal," tukasnya.Kuasa hukum Ba'asyir M. Assegaf mengatakan, persidangan kali ini sarat dengan tekanan dari Amerika Serikat. "Ada yang tidak menghendaki ustad berada di luar dan itu diucapkan oleh utusan gedung putih yang bernama Tom Ridge ketika menghadap Megawati yang saat itu didampingi SBY," tandasnya. Ia menilai, tuduhan Ba'asyir memberi motivasi peledakan di Hotel Marriot terlalu mengada-ada. "Tuduhan itu tidak jelas sebab dalam hukum pidana ada yang hukum kausalitas.""Ustad saja mengatakan, tidak tahu letak Hotel Marriot dan saat terjadi peledakan, ustad sedang diadili di PN pusat," kata Assegaf.
(ton/)











































