Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja akhirnya lolos ikut Pilgub Jatim 2013. Duel panas Khofifah dan Gubernur Jatim Soekarwo dipastikan terulang kembali.
Di Pilgub Jatim tahun 2008 silam, Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) unggul tipis atas Khofifah. KarSa kala itu meraih 50,2% suara atau unggul 60.223 suara atau 0,40 persen dari Khofifah yang kala itu berpasangan dengan Mudjiono sempat menggugat ke MK namun kandas.
Pertarungan panas ini diprediksi kembali terulang di Pilgub Jatim 2013 ini. Diperkirakan Pilgub Jatim jadi ajang pertarungan panas pasangan nomor urut 1, Soekarwo-Saifullah Yusuf vs pasangan nomor urut 4, Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang dimaksud akan berada di pinggiran adalah dua calon lain peserta Pilgub Jatim. Yakni pasangan nomor urut 2 Eggi Sudjana-M Sihat, dan nomor urut 3 Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah.
Di atas kertas, menurut Gun-gun, memang pasangan nomor urut 1 KarSa mendominasi dengan dukungan 66,5% dukungan parpol. Namun keputusan DKPP yang menonaktifkan 3 komisioner KPU Jatim dan memutuskan mengembalikan hak konstitusional Khofifah di Pilgub Jatim jadi senjata ampuh Khofifah.
KarSa tentu harus mengubah stretegi karena ada perubahan peta politik yang signifikan setelah masuknya Khofifah. Kalau tidak, KarSa yang digdaya bisa saja tumbang.
"Pilgub Jatim seru, keputusan DKPP sangat menguntungkan Khofifah. Peta politik bisa berubah, seperti Foke yang akhirnya kalah dari Jokowi di Pilgub DKI," tandasnya.
(van/trw)











































