"Kebanyakan orang kantor, perusahaan yang beli. Mereka biasanya kirim buat klien," tutur Nurul seorang penjual kartu lebaran di salah satu toko buku saat ditemui, awal pekan lalu.
Nurul menjaga konter khusus kartu lebaran. Biasanya, lanjut Nurul, kantor atau perusahaan membeli dalam jumlah banyak. Kartu lebaran itu ditempel di parsel yang juga dikirimkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya perusahaan sebenarnya, ada juga individu-individu yang datang mencari kartu lebaran. Biasanya, selain untuk saling berkirim dengan teman dekat mereka, juga untuk koleksi.
Salah satunya Kinti (42), ibu rumah tangga yang membeli sekitar 10 kartu ucapan lebaran dengan berbagai motif. "Ini kan buat temen-temen, selain dari BBM, biasanya pakai kartu buat ditaruh di parcel atau bingkisan makanan," ujar ibu yang berpakaian necis itu.
Motif yang dipilih Kinti juga beragam, namun kali ini tidak sekedar batik dan ketupat, perempuan paruh baya itu juga memilih kaligrafi dan mesjid sebagai motif kartu ucapannya.
"Kalau saya yang penting motifnya menarik. Apa saja," tutup sambil memilih-milih kartu.
Bagaimana dengan Anda, masihkah mengirim ucapan kartu lebaran?
(ndr/ndr)











































