"Penyadapan sikap kita jelas. Penyadapan tersebut terjadi pada 2009, dan upaya-upaya untuk melakukan klarifikasi dengan beberapa negara sudah dilakukan," ujar Kepala BIN, Marciano Norman usai penandatanganan MOU dengan BNN, di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (31/7/2013).
Menurutnya ada satu hal yang perlu didalami terkait isu penyadapan tersebut yang belakangan diketahui berinisial ES. Belum dapat diakui kebenaran akan informasinya.
"Satu hal yang harus kita pahami bahwa sumber berita itu yang namanya ES yang sekarang ada di salah satu negara pelariannya, jangan dianggap akurat 100 persen,"
Marciano mengatakan ES sendiri memiliki status DPO, oleh karena itu negara Amerika sendiri tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku penyadapan KTT G-20 di London tersebut.
"Karena dia dalam posisi buronan," tandasnya.
(edo/rvk)











































