Ba'asyir Tantang Bush Buktikan Dirinya Teroris
Kamis, 28 Okt 2004 09:36 WIB
Jakarta - Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir mendukung aksi pemberantasan tindak terorisme oleh pemerintah SBY. Dia juga menilai, pandangan Presiden George Bush soal terorisme adalah semua yang tidak memenuhi kepentingan Presiden Bush."Semua yang tidak memenuhi kepentingan Bush dianggap oleh Bush sebagai terorisme," katanya ketika tiba di Aula Deptan, lokasi sidang terhadap dirinya di Ragunan, Jaksel, Kamis (29/10/2004). Ba'asyir menantang Bush untuk membuktikan apa yang disebut Bush kepada dirinya sebagai seorang teroris."Padangan dia memang seperti itu. Yang penting buktikan saja," tantang Ba'asyir. Ba'asyir yakin dirinya tidak bersalah dan tidak terlibat dalam aksi terorisme seperi yang didakwakan JPU."Jelas saya merasa tidak bersalah, saya yakin itu," kata Ba'asyir saat ditanya tentang dakwaan jaksa.Saat ini seratusan wartawan telah siap meliput persidangan di dalam ruang sidang. Mereka yang meliput di dalam harus mengenakan ID Card yang dikeluarkan PN Jaksel. PN Jaksel mengeluarkan 314 IC Card untuk wartawan.Sementara, pendukung SBY tidak tampak mencolok. Sekitar pukul 07.45 WIB, sebanyak 65 anggota MMI dari Surakarta, tiba di lokasi. Korlap Salman Fauzi berjanji tidak akan melakukan kericuhan, asal ada koordinasi dari kepolisian.Pukul 09.00 WIB, Salman dkk masuk ke dalam ruang sidang setelah menukarkan KTP ke petugas.Sementara, 2 water canon dan 700 polisi telah siaga. Sistem pengamanan dipusatkan di 4 sektor. Yaitu di dalam ruang sidang, di luar ruang sidang, di kompleks Deptan seluas 17,5 hektar dan di luar pagar Deptan.
(nrl/)











































