"Memang ada informasi soal Novan. Namun saat ini kami fokus pencarian di lokasi," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Jateng, Kombes Purwadi Arianto di Mapolda Jateng, Selasa (30/7/2013).
Menurut keluarga korban, Yulanda pergi ke Magelang untuk menagih hutang teman SMA-nya, Novan. Saat itu Yulanda membawa Rp 100 juta hasil penjualan dari usaha Propertinya. Namun hingga saat ini belum diketahui keberadaan uang yang dibawa oleh Yulanda itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu terkait apakah korban Yulanda dan Muhyaro saling kenal dan bertemu untuk tujuan menggandakan uang, pihak kepolisian enggan berkomentar. Namun pihak keluarga menyatakan Yulanda dan Muhyaro tidak saling kenal.
"Itu pendapat keluarga, kami yang melakukan investigasi," ujarnya.
Nama Muhyaro menjadi pembicaraan setelah tewas bersama AKP Yahya dalam pengungkapan kasus hilangnya Yulanda Rifan dan penggandaan uang. Di kebun milik Muhyaro di Dusun Petung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang ditemukan tiga mayat yang salah satunya adalah Yulanda sementara dua lainnya belum diketahui identitasnya karena sudah membusuk.
(alg/vid)










































