Seorang Pemuda di Boyolali Mengamuk, 4 Keluarganya Luka Parah

Seorang Pemuda di Boyolali Mengamuk, 4 Keluarganya Luka Parah

- detikNews
Selasa, 30 Jul 2013 19:57 WIB
Boyolali, - Seorang pemuda di Boyolali mendadak mengamuk menggunakan pisau ukuran besar di rumah orangtuanya. Keluarganya yang sedang tidur menjadi sasaran. Ayah, ibu tiri, nenek, dan adik tirinya menjadi korban amukannya. Tiga orang harus dirawat intensif karena luka bacok dideritanya.

Pemuda yang mengamuk itu adalah Randitya Aji Jiwanto Purwo (18 tahun). Dia baru dua bulan tinggal bersama ayahnya di Kampung Surowedanan, Pulisen, Boyolali. Sebelumnya dia tinggal bersama ibunya di Jambi, Sumatera.

Tiba-tiba saja, Selasa (30/8/2013) pukul 01.00 WIB dinihari, Randitya mengamuk seisi rumah. Pertama kali dia menyerang ayahnya, Arip Jarwanto (45 tahun) yang sedang tidur di kamar bersama ibu tiri pelaku, Wahyuningsih (40 tahun) dan Meyra Fatmawati (8 tahun), adik tiri pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah mengunci semua pintu rumah dari dalam, pelaku memasuki kamar Jarwanto membawa pisau dapur dan pisau besar, langsung menghujamkan pisau dapur itu ke tubuh Jarwanto beberapa kali. Jarwanto mengalami luka di leher, punggung. Kaget oleh serangan mendadak itu, Jarwanto terbangun sembari berusaha menghindar dan merebut pisau yang dibawa pelaku.

Mendengar keributan tersebut, Wahyuningsih pun terbangun. Wahyuningsih yang bermaksud lari keluar rumah berhasil dikejar pelaku karena semua pintu terkunci. Ningsih mendapat sabetan pisau di pipi, tangan dan lengan tangan kiri.

Begitu pula dengan nenek pelaku Tukiyem (70 tahun) dan Agung Prasetyo (14 tahun) adik tiri pelaku yang sebelumnya tidur di kamar yang lain, segera terbangun dan mendekati ke arah kegaduhan. Tukiyem dan Agung juga malah menjadi korban pembacokan oleh tersangka. Tukiyem menderita luka sobek di dahi, hidung dan tangan kanannya patah, karena menangkis sabetan pisau dari pelaku. Sedangkan Agung menderita luka di pipi kanan saat berusaha melindungi adiknya, Meyra Fatmawati yang hendak disabet pisau oleh pelaku.

Para tetangga yang mendengar kegaduhan dan teriakan minta tolong dari rumah korban, langsung keluar rumah. Karena semua pintu dikunci, akhirnya tetangga memutuskan membuka paksa pintu depan dengan cara dicongkel. Setelah berhasil membuka pintu dan masuk rumah, empat korban sudah tergeletak tak berdaya dan bersimbah darah.

Setelah mengetahui kedatangan warga, pelaku langsung kabur melalui pintu dapur. Warga kampung berhasil mengejar dan menangkapnya di kampung sebelah dan kemudian menyerahkannya kepada polisi. Sedangkan Jarwanto, Wahyuningsih, dan Tukiyem harus dirawat intensif di RSUD Pandan Arang, Boyolali, karena luka serius yang dialami akibat sabetan dan tusukan senjata tajam. Sedangkan Agung diperbolehkan rawat jalan.

Kapolsek Boyolali Kota AKP Taufik Oktavianto mengatakan, pihaknya telah memeriksa pelaku dan menyita barang bukti berupa satu pisau dapur dan satu pisau ukuran besaar yang digunakan pelaku untuk melakukan penganiayaan. Dugaan sementara, pelaku sakit hati terhadap ayahnya.

"Pelaku meerasa kurang diperhatikan bapaknya. Ibu kandungnya juga ditelantarkan oleh ayahnya. Karena itu dia kemudian sakit hati. Meski demikian, kami masih mendalami motif lain,” papar Taufik Oktavianto.

Randitya adalah anak Jarwanto dari mantan istrinya. Selama ini dia juga ikut ibunya di Jambi. Dia baru dua bulan tinggal di Boyolali bersama ayahnya, setelah lulus SMA tahun ini. Sebelumnya ibu pelaku menghubungi Jarwanto dan memintanya untuk merawat Randitya, karena ibunya merasa sudah tidak mampu memelihara tersangka.

"Kami sebetulnya juga menerima dengan ikhlas dan bersedia merawatnya, karena Randitya ingin mendapat pengakuan sebagai anak dari bapaknya dan memang juga tidak ada yang menyangkal kalau dia memang anak dari suami saya," ujar Wahyuningsih.

(mbr/ahy)


Berita Terkait