8 Orang Tewas dalam Banjir & Longsor di Ambon

8 Orang Tewas dalam Banjir & Longsor di Ambon

- detikNews
Selasa, 30 Jul 2013 12:04 WIB
 8 Orang Tewas dalam Banjir & Longsor di Ambon
Foto: Sutopo BNPB
Jakarta - 8 Orang meninggal akibat hujan terus menerus yang menyebabkan banjir di Maluku Tengah. Hujan terjadi sejak Senin (30/7/2013) hingga siang ini.

"Di saat upaya penanganan tanggap darurat banjir bandang Way Ela di Maluku Tengah yang jebol pada Kamis (25/7/2013), pada hari ini banjir dan longsor menimpa Kota Ambon, Maluku," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Selasa (30/7/2013).

Menurut Sutopo, permukiman yang berada di bantaran sungai dan lereng perbukitan terkena banjir dan longsor di Galala, Batu Merah, lapangan Polres Kota, depan Masjid Al-fatta, Jalan Diponegoro, Jalan Baru, Soa Bali, bahkan di jalan Kebon Cengkeh menuju Asrama Brimob.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sungai Moa-Moa menuju Negeri Lima yang tahun lalu juga terjadi banjir bandang dan menghancurkan sejumlah rumah) juga meluap.

Data sementara dari Dandim 1504/Ambon, banjir dan longsor menyebabkan:

1. 8 Orang meninggal dunia (2 orang ditemukan Ahuru, 1 orang di Galunggung, 2 orang di Batu Gajah, 1 orang di Eri, 2 orang di Tanah Tinggi (tanpa identitas).

2. 5 Orang hilang (1 orang ditemukan Ahuru, 1 orang di Batu Gajah, 3 orang di Bt. Meja.

3. 10 Orang luka-luka

Sedangkan kerugian material yakni 8 rumah hanyut dan 1 rumah tertimbun dan sekitar 30 rumah rusak.

Personel BNPB, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, SKPD dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Untuk korban hilang hingga kini masih dicari. Pendataan masih dilakukan.

Sutopo menambahkan, perlu diwaspadai, tipe hujan Maluku adalah tipe lokal. Artinya tidak dipengaruhi oleh angin muson dari Australia dan Asia sehingga memiliki musim hujan seperti kebanyakan Indonesia yang terjadi pada November-April. Musim hujan di Maluku dipengaruhi oleh sea surface temperatur di perairan Maluku. Saat ini SST lebih hanya 2 derajat celcius dari normalnya.

"Puncak hujan di Maluku adalah Juli-Agustus. Jadi kalender bencana di Maluku dan Malut berbeda dengan daerah lain di Indonesia," tuturnya.



(nik/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads