Hal itu diungkapkan Gandhi saat pada wartawan usai memberikan keterangan di Satreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (29/7/2013).
Gandhi mengaku, dirinya tidak mengetahui kejadian tersebut karena telah meninggalkan cafe sekitar pukul 00.50 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pulang, Gandhi mengaku memang melihat kelompok Nikita dan teman-teman serta Yun Tjun dan teman-teman masih berada di cafe.
"Saya kenal sama mereka. Pas saya pamit pulang, saya bilang, (silakan) santai-santai lah," katanya. Saat itu pun karyawan di cafe sudah pulang dan hanya ada sekuriti saja.
Soal adanya minuman beralkohol yang ditemukan di cafe tersebut, Gandhi pun mengaku tidak tahu menahu. Karena selama bulan ramadan, cafenya tidak menjual minuman beralkohol.
"Kalau di luar Ramadan memang jual (minuman alkohol-red). Tapi selama Ramadan ini kami enggak jualan. Sampai saya pulang dan sampai waiters pulang saya, saya tidak lihat ada itu (minuman-red). Enggak tahu kalau dapat dari luar," jelas Gandhi.
Ia menjelaskan, cafenya itu baru dua bulan beroperasi. Terkait belum adanya pelang nama cafe, Gandhi mengatakan bahwa pelang sedang dibuat.
Cafe Golden Monkey sendiri biasa operasi mulai pukul 11.00 WIB dengan last order pukul 23.30 WIB pada weekdays dan 00.30 pada weekend.
Akibat kejadian tersebut, Gandhi mengaku merasa dirugikan karena kini cafenya harus ditutup. Selain itu 60 karyawannya terancam tak terima THR karena pendapatannya terhenti.
"Karyawan tetap harus dapat THR. Tapi ini saya yang pusing," tutupnya. Ia pun berharap, kasus ini bisa segera selesai agar cafenya bisa buka kembali.
Gandhi pun mengaku siap jika dirinya akan dimintai keterangan oleh Satpol PP pada Rabu (31/7/2013).
"Kalau memang ada panggilan itu, ya saya siap. Karena saya merasa sudah menempuh semua izin," tuturnya.
(tya/fjp)











































