"Ada hal-hal yang harus dijaga bahwa berpolitik itu kan harus beretika, bagian partai kami kan koalisi jadi tidak semua statementnya harus dihantam kromo seperti partai opisisi yang ada," kata Eko kepada detikcom, Senin (29/7) di Jakarta.
Hal ini menurut dia berbeda dengan dua politisi artis lainnya yakni, Rieke Diah Pitaloka atau Dedi 'Miing' Gumelar dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Fraksi PDI Perjuangan memilih posisi oposisi terhadap pemerintah, sehingga sudah sewajarnya Rieke dan Miing bersikap vokal. "Oposisi memang harus begitu, Kalau saya sebagai oposisi, saya mungkin sama atau bahkan lebih seperti Miing dan Rieke," kata Eko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya enggak mau seperti banci tampil di media, saya bekerja secara nyata seperti misalnya nolak Hambalang. Kinerja bukan dilihat dari seberapa sering tampil di media, di komisi akan terlihat siapa yang bekerja atau tidak," kata Eko. Politisi Partai Demokrat Venna Melinda menilai wajar apabila masih ada yang mempertanyakan kinerja legislator dari kalangan artis di Senayan. Menurut dia kinerja seorang politisi akan terlihat ketika dia memiliki gagasan konstruktif.

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Sebastian Salang mengatakan, tak semua artis yang terjun ke dunia politik memiliki pengalaman mumpuni. Dia menyebut partai sengaja memajang artis untuk mendongkrak perolehan suara. Walhasil, sejumlah artis yang terpilih di pemilihan kepala daerah tidak betah. Sementara kinerja kalangan artis yang terjun ke dunia politik dan duduk di Dewan Perwakilan Rakyat hingga kini asih dianggap minim.
(erd/erd)











































