Depag Hapus 'Haji Abidin'
Rabu, 27 Okt 2004 17:50 WIB
Jakarta - Departemen Agama (Depag) akan menghapus fasilitas dan pelayanan haji yang biasa diterima para pejabat negara dan pimpinan ormas yang selama ini diolok-olok sebagai haji abidin, atas biaya dinas. Pos biaya itu akan dialihkan untuk menggratiskan makanan jemaah haji selama berada di Madinah."Tidak ada lagi pelayanan pada tamu baik itu pimpinan ormas, menteri, maupun pejabat Depag. Nanti kita hanya akan memantau dari Jakarta saja. Ini merupakan langkah efisiensi. Tak ada lagi rombongan dan rombengan menteri," kata Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni."Sebagai gantinya kita akan memberikan makan gratis kepada jemaah haji selama di Madinah lebih kurang 9 hari, sehingga jamaah bisa konsentrasi melakukan ibadah," tambahnya. Hal itu disampaikan Menag usai melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (27/10/2004). Tahun depan diharapkan makanan jemaah di Mekah juga bisa digratiskan. Hal ini dilakukan untuk menjamin kesehatan dan menekan jumlah kematian jemaah. "Pemberian makananan ini tidak akan menambah ONH dan living cost," kata Maftuh. Ditambahkan, Depag kini tengah menyiapkan perumahan di Jedah dan Mekah untuk rombongan pertama jemaah haji yang akan berangkat 19 Desember 2004. Petugas haji, yang sekarang berjumlah 18-20 orang per kloter akan dikurangi karena dinilai terlalu besar. Selain itu, sistem waiting list selama ini juga akan diperbaharui. Tahun depan, calon jemaah yang sudah pernah menunaikan ibadah haji akan masuk waiting list. Calon jemaah yang belum pernah menunaikan ibadah haji akan diutamakan keberangkatannya. Sementara jumlah kuota untuk tahun ini tetap 205 ribu.
(iy/)











































