Tiket Arus Balik Juga Ludes
Rabu, 27 Okt 2004 17:25 WIB
Semarang - Para pemudik tampaknya sangat antisipatif. Ketika mudik belum terlaksana, mereka sudah menyiapkan diri pada arus balik. Tak salah jika kemudian tiket selama dua hari selama arus balik di Semarang sudah habis duluan."Tiket yang sudah habis itu ada pada tanggal 20 - 21 November mendatang. Pada tanggal-tanggal selain itu, tiket masih tersedia, baik untuk kelas eksekutif maupun bisnis," kata Humas PT KAI Daops IV Semarang Suprapto di Stasiun Tawang Semarang, Jl. Tanjung Mas, Rabu (27/10/2004).Tiket yang sudah habis itu berkapasitas 300 seat per kereta. Sehingga total seat yang sudah dipesan pada tanggal tersebut sebanyak 2.100 kursi. PT KAI masih menyediakan satu gerbong dengan kapasitas 50 orang yang digunakan sebagai cadangan atau antisipasi jika terjadi sesuatu.Mengenai pemilihan tanggal tersebut, Suprapto menduga, para pemudik mempertimbangkan waktu yang paling dekat dengan jadwal masuk kerja. Dalam kalender, tanggal tersebut tercatat sebagai hari Sabtu - Minggu. Dengan memesan tiket pada tanggal tersebut, mereka tidak akan bolos kerja.Untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang, PT KAI menyediakan 3 kereta tambahan yakni Kamandanu, Senja Bisnis, dan Fajar Bisnis Lebaran. Tiga kereta itu digunakan untuk menambah empat kereta lainnya yakni, Argomuria I dan II, Rajawali, dan Harina. Kereta-kereta tersebut melayani jalur Jakarta, Surabaya, dan Bandung."Kami memperkirakan jumlah penumpang hanya naik 5 persen dari tahun sebelumnya. Soalnya, saat ini para pemudik lebih punya banyak pilihan. Selain angkutan umum, mereka bisa saja menggunakan kendaraan pribadi," paparnya.Pada tahun 2003, jumlah total pemudik yang melintasi Semarang sebanyak 247.093 orang. Dengan demikian, jika perkiraan PT KAI kenaikannya hanya 5 persen, maka jumlah pemudik tahun ini sebanyak 260.448 orang. Puncaknya pada H+3 dan H+4 lebaran."Sebagian dari mereka hanya transit di Semarang. Karena banyak pemudik yang berasal dari seluruh daerah di Jateng. Mungkin juga dari Jawa Timur," demikian Suprapto.
(nrl/)











































