Antisipasi Antraks, Sumsel Perketat Lalu Lintas Daging
Rabu, 27 Okt 2004 17:18 WIB
Palembang - Mengantisipasi penyebaran virus antraks di Sumatera Selatan (Sumsel), Dinas Peternakan Sumsel memperketat masuknya daging hewan dari luar Sumsel."Kita akan ketat mengawasi arus lalu lintas melalui check point. Selain itu kita berkoordinasi dengan petugas karantina Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II," kata Wakil Kepala Dinas Peternakan Sumsel, Yusrizal Muis di kantornya Jalan Kapten A. Rivai palembang, Rabu (27/10/2004).Sementara untuk mengantisipasi masuknya penyakit yang disebabkan virus antraks, kata Yusrizal, dilakukan melalui pemberian vaksinasi terhadap ternak yang berada di daerah terancam.Namun, agar masyarakat aman dari serangan penyakit ini, sebaiknya membeli daging yang didapat dari rumah potong hewan (RPH), lantaran melalui Ante Mortum (pemeriksaan sebelum dipotong) dan Post Mortum (pemeriksaan setelah dipotong).Sampai saat ini, pengadaan daging sapi yang masuk ke Palembang banyak berasal dari Lampung dan Ogan Komering Ilir (OKI). Dan, mungkin bukan termasuk sebagai daerah terancam virus antraks, para pembeli daging di pasaran di Palembang masih tetap ramai selama Ramadan ini."Tidak ada perubahan, biasa bae," kata Sapruddin, pedagang daging sapi di Pasar 16 Ilir Palembang.
(nrl/)











































