13 Jalur KA di Jateng Rawan Longsor dan Banjir
Rabu, 27 Okt 2004 16:58 WIB
Semarang - Jika Anda melintasi Jawa Tengah (Jateng) dengan menggunakan kereta api (KA) berhati-hatilah. Sebab, PT Kereta Api (KAI) Daerah Operasi (DAOP) IV Semarang memprediksi adanya 13 jalur KA rawan longsor dan banjir di segala penjuru Jateng.Jalur-jalur yang rawan tersebut antara lain, dari arah barat Semarang terdapat sekitar 7 lokasi, arah timur Semarang terdapat 5 lokasi. Sementara, lokasi satunya ada di arah selatan Semarang.Demikian penjelasan Humas PT KA Daop IV Semarang, Suprapto, terkait persiapan menjelang lebaran di Stasiun Tawang Semarang, Jl. Tanjung Mas, (27/10/2004)."Pada lokasi-lokasi yang rawan bencana, kami mempersiapkan berbagai peralatan dan cadangan bahan bangunan. Di antaranya, batu kricak atau di dalam istilah kereta api disebut balast, bantalan, dan rel. Bahan-bahan itu dapat langsung digunakan begitu ada kejadian yang tidak diinginkan," jelas Suprapto.Teknisnya, kata Suprapto, begitu ada banjir atau longsor, kepala stasiun terdekat segera menghentikan KA yang akan lewat. Dia juga harus memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan. Dengan demikian, jalur KA tidak akan terhambat lama.Lebih jauh Suprapto menjelaskan, jika perbaikan bisa dilakukan kurang dari 3 jam, maka keberangkatan kereta dari stasiun terdekat bisa ditunda. "Jika perbaikan membutuhkan waktu 3 sampai 6 jam, maka penumpang KA akan dialihkan ke bus. Dan, jika perbaikan butuh waktu lebih dari 6 jam, maka kereta api dialihkan melalui jalur lain," paparnya."Kami juga menambah jumlah gerbong KA reguler. Biasanya KA Muria kelas eksekutif terdiri dari 5 gerbong, tapi khusus lebaran jumlahnya akan kami tambah satu atau dua gerbong lagi," tandasnya.Tak hanya itu, lanjutnya, pihaknya juga memberi toleransi terhadap kapasitas tempat duduk. Untuk kelas bisnis, kapasitas duduknya diperbolehkan hingga 125 persen. Sedangkan, untuk kelas ekonomi jumlahnya boleh 150 persen."Jangan sampai ada yang tidak membawa tiket, karena tiket bisa jadi bukti kalau terjadi sesuatu," himbau Suprapto.Terakhir Suprapto mengingatkan agar para pemudik berhati-hati setiap kali melalui pintu lintasan. Terutama bagi mereka yang menggunakan sepeda motor. "Jangan tergesa-gesa! Jika mereka ceroboh, musibah bisa datang kapan saja," demikian Suprapto.
(nrl/)











































