Mudik di Antara Sniper, Bajing Loncat dan Jalan Rusak
Rabu, 27 Okt 2004 16:49 WIB
Palembang - Para pemudik ke Sumatera yang melalui jalan darat, harus ekstra hati-hati. Sebab selain menghadapi ancaman tanah longsor dan rusaknya jalan lantaran musim hujan, para pemudik juga harus menghadapi ancaman bajing loncat dan kemungkinan serangan teroris.Maka tak heran bila menghadapi arus mudik Lebaran, antara H-7 hingga H+7, Polda Sumsel menurunkan 5.000 personel, dan sebanyak 160 orang adalah sniper. Di sepanjang Jalan Lintas Sumatera dibuat 49 pos keamanan, bersama para snipernya, guna menghadapi ancaman bajing loncat dan teroris.Memang, ada dua jalur Jalan Lintas Sumatera yang melalui Sumatera Selatan, yakni pertama melalui Jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Tengah.Dari kedua jalur ini, mungkin hanya Jalan Lintas Timur yang relatif aman dari bajing loncat atau perampokan. Hanya, persoalannya, jalur dari Bakauheni menuju Palembang ini selalu bermasalah dengan ruas jalan yang selalu mengalami kerusakan. Namun, didapat kabar perbaikan terhadap Jalan Lintas Timur sudah mendekati penyelesaian, sehingga jalur ini tidak begitu bermasalah meskipun sekarang sudah masuk musim hujan.Jalur Jalan Lintas Tengah, yakni melalui Bakauheni, Bandarlampung, Baturaja, Muaraenim, Lahat, Pagaralam, Lubuklinggau dan meluncur ke Jambi, Padang, dan seterusnya merupakan jalur yang tidak aman. Selain besarnya ancaman tanah longsor selama musim hujan ini, terutama di kawasan Lahat dan Tebingtinggi, jalur ini juga dikenal sebagai jalur perompakan yang dilakukan bajing loncat. Para bajing loncat ini memanfaatkan jalan yang rusak dan berlubang itu.Jadi, apabila Anda sudah terlanjur melalui jalur ini, sebaiknya hati-hati saat hujan turun, sebab tanah longsor dapat sewaktu-waktu terjadi. Jangan lupa, berhentilah melakukan perjalanan apabila malam sudah masuk.
(nrl/)











































