"Pertama harus orang baik. kalau kita asal menang asal populer tapi tidak baik buat apa. Kedua harus cocok, artinya punya visi kenegaraan sama," ujar Aburizal Bakrie usai buka puasa di Masjid Baitul Hasan, Jalan M Kahfi, Jagakarsa, Jaksel, Sabtu (27/7/2013).
Menurutnya, ia menginginkan visi negara kesejahteraan. Artinya, negara punya hak untuk melakukan intervensi terhadap program kesjehateraan rakyat. Tidak cocok dengan orang yang bervisi liberal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal latar belakang, Ical menuturkan bisa berasal dari politisi dan praktisi. "Boleh praktisi boleh politisi, dua-duanya baik. Politisi tidak semua baik, tidak semua buruk," ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa penentuan cawapresnya merupakan hak preogatif dirinya sebagai ketua umum sebagaimana menjadi keputusan dalam Rapimnas Partai Golkar.
"Saya kira itu tidak bisa, keputusan Rapimnas adalah bahwa itu diserahkan sepenuhnya kepada ketua umum," ujar politisi yang mulai akrab disapa ARB.
Kapan cawapres ditentukan?
"Insya Allah pada waktunya, kita lihat nanti," jawab Ical.
(bal/jor)











































