Krisis Air Landa Maluku Tenggara Barat

Krisis Air Landa Maluku Tenggara Barat

- detikNews
Rabu, 27 Okt 2004 13:18 WIB
Ambon - Musim kemarau berkepanjangan yang mendera Saumlaki, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) beberapa bulan terakhir, membuat sebagian besar masyarakat di kota tenun ini kesulitan air bersih.Masyarakat akhirnya menyandarkan diri pada sumur rakyat yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.Pantauan detikcom di Saumlaki, pemandangan sepanjang hari di penjuru kota terlihat jelas sejak pagi, puluhan orang dengan menentang ember maupun jerigen berlomba-lomba menuju sumur. Bahkan untuk bisa mendapatkan seember air saja mereka harus menunggu berjam-jam agar mendapat giliran mengambil air dari sumur.Selain menunggu antrean panjang, persediaan air di sumur juga menyusut bahkan langsung kering dalam hitungan tiga sampai empat timba. Beruntung mereka yang sudah duluan menimba air bisa langsung pulang, sementara yang lain harus menunggu berjam-jam sampai rembesan air keluar dari mata air. Pemandangan ini berlangsung terus-menerus dan berkelanjutan sampai malam hari.Agar persediaan air cukup untuk kebutuhan keluarga, banyak warga yang terpaksa hanya menunggu giliran mengambil air dan bolak-balik rumah ke sumur. Kelangkaan air juga menyebabkan masyarakat mengirit dalam penggunaan air, bahkan banyak pegawai dan anak sekolah yang hendak ke kantor dan sekolah tidak mandi, cukup cuci muka saja."Masalah kekurangan air ini sudah terjadi puluhan tahun, bukan hanya sejak MTB dimekarkan menjadi kabupaten sendiri," ujar Anis, warga Kampung Gunung Nona Saumlaki saat akan mengambil air.Pipa RusakMenanggapi kelangkaan air di Saumlaki dan sekitarnya, Kepala Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Saumlaki, Drs E. Bemouaian kepada detikcom diruang kerjanya, Rabu (27/10/2004) mengatakan, kelangkaan air disebabkan akibat sering terjadi kerusakan pada pipa-pipa saluran air milik PDAM, kemudian diperparah lagi oleh musim kemarau yang berkepanjangan. Buntutnya, PDAM kesulitan mensuplai air kepada para pelanggan.Mengatasi persoalan pelik ini, pihaknya mengambil langkah-langkah alternatif dengan mengerahkan armada tanki air milik PDAM untuk mencari sumber air yang letaknya jauh agar dapat memenuhi kebutuhan air pelanggan di Saumlaki dan sekitarnya.Dia menjelaskan, sumber air Wetemar, Dusun Bomake, yang merupakan sumber utama untuk memasok kebutuhan air masyarakat Saumlaki dan sekitarnya, saat ini terjadi penurunan debit air yang sangat drastis.Jika musim kemarau, debit air mencapai 5 liter per detik. Sedangkan pada musim hujan, debit air 15 liter per detik. Sementara sumber air bersih lainnya di Desa Olilit Baru, pada musim hujan debit airnya mencapai 10 liter per detik dan musim kemarau 2,5 liter per detik.Bemouaian menambahkan, sumber air yang sementara ini akan diupayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Saumlaki dan sekitarnya adalah sumber air Womomolin. Menurut dia, sumber air Womomolin mampu untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Saumlaki dan sekitarnya jika dimanfaatkan secara maksimal. Hanya saja, pihak kontraktor yang menangani proyek yakni PT Manikam Persada baru pada tahap pengadaan bahan material, sementara fisiknya belum dibuat."Gejala kelangkaan air bersih di Saumlaki dan sekitarnya ini disebabkan faktor alam dan bukan dibuat-buat. Kita akan tetap berupaya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat," kata Bemouaian.Selain faktor teknis dan alam, pihak PDAM Saumlaki juga memiliki kendala untuk mengembangkan jaringan air. Pasalnya, baru ada 563 pelanggan yang terdaftar di PDAM Saumlaki. Akibatnya, menurut Bemouaian, pihaknya belum berani melakukan kontrak kerja sama dengan pihak kedua dalam hal ini menghadirkan investor untuk menangani kebutuhan akan air bersih. (nrl/)



Berita Terkait