"Tentang keilmuan, Bapak cukup berpengalaman. Tapi ilmu dan pengetahuan linear begitu saja. Kalau tidak membuat terobosan ya begitu-begitu saja," kata komisioner Komisi Yudisial (KY) Eman Suparman dalam proses wawancara yang digelar di gedung KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/7/2013).
Eman menilai sebagai panelis, Sumardijatmo kurang berani dalam menjawab beberapa pertanyaan dari panelis lainnya. Menurut Eman, hakim agung harus berani membuat terobosan untuk kebaikan dan integritas hakim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, panelis lainnya yang juga komisioner KY, Imam Anshori Saleh, menanyakan pertimbangan Sumardijatmo memidana Sumanto yang beberapa tahun lalu menggegerkan masyarakat karena mencuri mayat dan memakannya. Smardijatmo mengaku mencari pidana terberat agar Sumanto bisa memperbaiki diri.
"Pertimbangannya, Sumanto ini miskin ekonomi, pendidikan dan agama yang parah. Lalu ada kemarahan warga, jadi pembinaan selama 5 tahun agar menjadi warga yang baik," ujar Sumardijatmo yang kini menjabat hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Pekanbaru.
Sumardijatmo juga mengaku memiliki tabungan berupa batangan emas sebanyak dua setengah batang. Alasannya, sebagai investasi jika terjadi inflasi di Indonesia.
"Kami sisihkan pendapatan untuk beli emas, takut inflasi," kata Sumardijatmo.
(vid/asp)










































