Pekanbaru Juga Bebas Antraks
Rabu, 27 Okt 2004 12:24 WIB
Pekanbaru - Hingga saat ini antraks belum merambah Pekanbaru. Karena itu masyarakat tidak perlu mencemaskan untuk mengkomsumsi daging.Demikian Kasubdin Peternakan dan Perikanan Dinas Peternakan Kota Pekanbaru, D Prayitno kepada wartawan, Rabu (27/10/2004) di Pekanbaru. Selama ini pihanya telah telah bekerja secara maksimal untuk mengevaluasi setiap ternak yang masuk ke Pekanbaru. Dan belum diketemukan ternak yang terindikasi bakteri penyebab antraks."Kita telah menyosialisasikan kepada para pengusaha ternak agar melaporkan ternak mereka yang baru masuk dari luar Riau. Ini sebagai langkah antisipasi masuknya wabah antraks ke Pekanbaru," kata Prayitno. Ia menjelaskan, ciri hewan ternak terkena wabah antraks antara lain, terjadi peningkatan subu tubuh hewan yang tinggi dan mengeluarkan cairan berupa darah di lubang hidung, telinga dan mulut."Apabila peternak kambing atau pedagang menemukan indikasi seperti itu, maka harus segera memusnakannya dengan jalan dibakar," jelas Prayitno. Sementara itu dari pantauan di sejumlah pasar, kendati terdapat kasus antraks, namun penjualan daging terutama daging kambing tetap normal. Minat masyarakat di Pekanbaru masih tinggi untuk mengkomsumsi daging kambing.Ujang (34), pedagang di Pasar Dupa kawasan Tangkerang Pekanbaru mengatakan, walau dalam sepekan ini kasus antraks mencuat di Jawa, hal itu tidak menurunkan omset penjualan dagingnya."Setiap hari saya bisa menjual daging lebih dari 40 kg ke konsumen. Ini belum buat langganan kita di sejumlah rumah makan," kata Ujang kepada detikcom.
(nrl/)











































