Bali Dijamin Bebas Antraks
Rabu, 27 Okt 2004 12:05 WIB
Denpasar - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menjamin Bali bebas antraks. Selama ini Pemprov melarang Bali dijadikan persinggahan distribusi ternak.Demikian disampaikan Kepala Balai Karantina Ngurah Rai Bali, AA Raka Yudantara, dalam jumpa pers di Dinas Peternakan Pemprov Bali, Jl Angsoka, Denpasar, Rabu (27/10/2004). Hadir juga dalam acara itu Kasubdis Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Ketut Suarda."Kami meminta masyarakat Bali untuk tidak khawatir dengan kemungkinan adanya wabah antraks di Bali," kata Yudantara. Dikatakannya, selama ini pihaknya telah melakukan pengawasan secara ketat distribusi dan arus lalu lintas penyebaran hewan ternak dan hewan potong. Pengiriman hewan dari daerah yag epidemis antraks dilarang singgah dan masuk ke Bali.Selama ini juga pihaknya melakukan pengawasan secara ketat terhadap distribusi ternak di Bandara Ngurah Rai dan di pelabuhan Laut Padang Bae, Kab Karangasem. "Distribusi ternak dari NTT dan NTB ke Jawa, tidak boleh melintasi Bali. Mereka harus mengirim dnegan menggunakan kapal laut," kata Yudantara.Provinsi Bali juga tidak pernah mendatangkan ternak dari Jawa Barat, yang saat ini digoncang antraks. "Pasokan ternak ke Bali berasal dari daerah yang bebas wabah antraks seperti Banyuwangi dan Jember," kata Yudantara.Kambing yang masuk ke Bali frekuensinya juga sangat kecil. Sebulan hanya mencapai 25 ekor, karena kebutuhan di Bali tidak terlalu besar.Sementara itu, Suarda meminta masyarakat mengantisipasi penyebaran wabah antraks menjelang Lebaran ini. "Caranya, tidak memotong hewan yang sakit. Jika menyembelih hewan di luar rumah potong, harus mendapat izin dari Dinas Peternakan," imbaunya. Sebagai informasi, jumlah populasi kambing di Bali hingga 2003 tercatat 61.958 ekor.
(nrl/)











































