Warga di kawasan itu melihat ada beberapa petugas yang mencabut empat plang 'Kampung Apung' Selasa (23/7) kemarin. "Kemarin habis magrib saya lihat sudah dicabuti. Ada empat plang yang sudah dicabut," ujar salah satu warga RW 1, Juhri, Rabu (24/7/2013).
Banyak dugaan kenapa plang 'Kampung Apung' itu akhirnya dicabut oleh Pemkot. Salah satunya, lanjut Juhri, sebagai bentuk ketidakberdayaan Pemkot menangani kampung yang sudah 23 tahun terendam itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibanding hanya mencabut, warga inginkan ada solusi nyata dari pemerintah. Salah satunya bagaimana agar kampung ini tidak lagi terendam air.
"Jadi keringkan dulu wilayahnya, baru cabut plang namanya. Harusnya kan begitu. Adanya plang papan itu sebetulnya bisa menjadi motivasi pemerintah untuk terus berusaha mengeringkan daerah ini," imbuh Juhri.
Kampung Apung sendiri memiliki nama asli Kapuk Teko. Karenanya, warga setempat dan pemerintah bersepakat untuk tidak menggunakan nama Kampung Apung lagi.
(spt/mok)










































