"Iya, muntah darah, jadi belum boleh pulang kemarin. Kan kita takut juga kalau kenapa-kenapa di rumah, orang enggak ngerti. Tapi sekarang sudah mendingan," ujar ibunda Reni, Nurhayati (40), pada detikcom di depan ruang perawatan RS Antam Medika, Jl Pemuda no 1A, Jaktim, Rabu (24/7/2013).
Nurhayati bercerita, berdasarkan informasi dari sepupu Reni yang saat itu juga berada di lokasi kejadian, anaknya ditabrak dan jatuh dengan posisi sujud. Kepalanya mengenai aspal jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Rahmi Utami (12) korban lainnya dirujuk ke RS Tarakan setelah sempat dirawat di RS Antam Medika. Rahmi mengalami patah kaki dan trauma kepala.
Sedangkan, satu korban lagi, Beniti Lini Manata (12) akhirnya meninggal setelah sempat dirawat di RS Persahabatan. Beniti telah dimakamkan di TPU Kemiri, Jakarta Timur.
Kini, polisi telah menetapkan sopir Metro Mini maut itu sebagai tersangka. WS (22) terancam hukuman kurungan selama 6 tahun. Tersangka juga ternyata tidak memiliki SIM dan hanya membawa photocopy STNK.
(nal/nal)











































