Lingkaran Setan Oknum Satpol PP dan Pedagang di Kawasan Pasar Gembrong

Lingkaran Setan Oknum Satpol PP dan Pedagang di Kawasan Pasar Gembrong

- detikNews
Selasa, 23 Jul 2013 16:42 WIB
Lingkaran Setan Oknum Satpol PP dan Pedagang di Kawasan Pasar Gembrong
Jakarta - Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Gembrong tak menampik akan kesalahan yang diperbuatnya. Namun mereka merasa, apa yang dilakukan selama ini sudah dibenarkan. Apalagi sudah berlangsung bertahun-tahun. Para pedagang kerap menyetor kepada oknum petugas Satpol PP.

"Saya ini tahu siapa mereka (Satpol PP-red)," kata Aan pedagang karpet PKL Pasar Pasar Gembrong, Selasa (23/7/2013).

Selama puluhan tahun berdagang, aksi setor-menyetor sudah menjadi kebiasaan lumrah sehari-hari pedagang. Setidaknya tiap pedagang harus mengeluarkan uang Rp 10-20 ribu/ hari. Aan mengatakan uang itu dikasih ke oknum Satpol PP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Udah gitu tukang parkir minta uang ke kita juga buat bayar oknum polisi. Dari dulu namanya pedagang kaki lima selalu menjadi lahan basah petugas," tuturnya.

Menurutnya jika harus buka-bukaan, pedagang berjuang menyelamatkan barang dagangannya untuk dapat menyambung kehidupannya. Lalu bagaimana dengan satpol PP?

"Mereka cuma berjuang memukul kami pedagang, untuk mempertahankan jabatannya, kami ini orang baik-baik bang, lebih baik kami berjualan dari pada harus jadi pengangguran," tutur Aan.

Sedang menurut pedagang yang lain, Dedi, dirinya hanya meminta keadilan jika memang pedagang di sini harus ditertibkan. Selain itu cara penertiban juga harus baik. Ia mengaku memiliki solusi dalam penertiban PKL.

"Kami bersedia ditertibkan agar berdagang tidak menyempitkan arus lalu lintas, tapi penertiban itu harus dilakukan dari pedagang paling depan sampai dengan ujung, jangan hanya setengah-setengah," tutup Dedi.

(edo/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini