"Saya ini tahu siapa mereka (Satpol PP-red)," kata Aan pedagang karpet PKL Pasar Pasar Gembrong, Selasa (23/7/2013).
Selama puluhan tahun berdagang, aksi setor-menyetor sudah menjadi kebiasaan lumrah sehari-hari pedagang. Setidaknya tiap pedagang harus mengeluarkan uang Rp 10-20 ribu/ hari. Aan mengatakan uang itu dikasih ke oknum Satpol PP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya jika harus buka-bukaan, pedagang berjuang menyelamatkan barang dagangannya untuk dapat menyambung kehidupannya. Lalu bagaimana dengan satpol PP?
"Mereka cuma berjuang memukul kami pedagang, untuk mempertahankan jabatannya, kami ini orang baik-baik bang, lebih baik kami berjualan dari pada harus jadi pengangguran," tutur Aan.
Sedang menurut pedagang yang lain, Dedi, dirinya hanya meminta keadilan jika memang pedagang di sini harus ditertibkan. Selain itu cara penertiban juga harus baik. Ia mengaku memiliki solusi dalam penertiban PKL.
"Kami bersedia ditertibkan agar berdagang tidak menyempitkan arus lalu lintas, tapi penertiban itu harus dilakukan dari pedagang paling depan sampai dengan ujung, jangan hanya setengah-setengah," tutup Dedi.
(edo/ndr)










































