Hal tersebut tergambar pada lembaga survei Indikator merilis survei soal 'Internet, Apatisme, dan Alienasi Politik," di Hotel Kampensky, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2013).
Survei ini dilakukan dengan sampel sebanyak 2.290 dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih melalui multistage random sampling dengan metode wawancara. Survei ini dilakukan pada tanggal 19-27 Juni 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun jika dilihat dari gapnya, ada kepercayaan publik mengalami defisit terutama kepada DPR sebanyak -9 persen, parpol -26 persen.
"Para politisi minus 27 persen. Semenntaaraa kepercayaan terhadap lembaga presiden dan menteri masih positif, yakni masing-masing 43 persen dan 17 persen,". Jelasnya.
Dari data tersebut, lanjut Burhanuddin, menunjukkan konsistensi pandangan pemilih secara kesluruhan yang menilai para politisi dengan pandangan yang negatif.
Pada survei itu juga menemukan 59 persen pemilih setuju bahwa politisi adalah orang-orang yang mengejar keuntungan untuk diri sendiri.
"Bahkan mayoritas pemilih yakni sekitar 66 persen politisi cenderung berbicara tentang dirinya yang baik baik saja," kata Burhanuddin.
(fiq/van)











































