Update
170 Ribu Penumpang KA Diperkirakan Pergi Bersamaan
Rabu, 27 Okt 2004 01:15 WIB
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkirakan sekitar 170 ribu penumpang pergi di saat yang bersamaan. Namun diprediksi tidak ada penumpang yang terlantar. Kalau meleset?"Ditaksir sekitar 170 ribu penumpang pergi bersamaan, sementara kapasitas kereta 160 ribu. Tapi kita sudah prediksi penumpang tidak akan terlantar."Demikian kata Kepala Operasional PT KAI Juda Sitepu yang ditemui saat menanti kunjungan Menhub Hatta Radjasa di Stasiun Kereta Api Gambir Jakarta Pusat, Selasa (26/10/2004)."Kita punya antisipasi pada puncak penumpang jika tidak ada penyebaran tiket. Jadi penjualan tiket sengaja disebar melalui online agar menyebar, supaya tidak mengantre dan bisa ditampung. Kita jual tiket sebulan sebelumnya agar tiket menyebar," tuturnya.Mengenai lonjakan penumpang, Juda memprediksi hanya 1 persen. Sedangkan kenaikan harga tiket berlaku 20-30 persen untuk kelas komersil pada H-3 dan H+3. Sementara pendapatan naik 10 persen. Antara lain kelas ekonomi menjadi Rp 34 miliar, bisnis Rp 38 miliar, dan eksekutif Rp 43 miliar. Sehingga totalnya Rp 115,9 miliar.Dia membenarkan kalau tiket per tanggal 13 November 2004 sudah habis, namun untuk tanggal 16 November 2004 masih ada tiket. Menurutnya ada 211 lokomotif dan ada 11 gerbong untuk cadangan. "Kita sisakan karcis cadangan untuk satu gerbong di setiap rangkaian. Ini untuk antisipasi jika gerbong mengalami ganguan, juga jika ada penumpang yang mengaku kehabisan tiket, biar masuk waiting list untuk mendapatkan cadangan," papar Juda.Mengenai pengamanan, dijelaskan dia, diterapkan terbuka dan tertutup. Terbuka dilakukan polisi dan petugas kereta yang memakai seragam yang melakukan patroli di gerbong. Tertutup dilakukan polisi dan petugas security tanpa seragam untuk mengantisipasi barang penumpang dari pencurian. "Tapi tidak mungkin setiap gerbong diawasi. Namun petugas pasti akan mondar-mandir melakukan penjagaan," demikian Juda.
(sss/)











































