Antisipasi Ledakan Penumpang, 300 Bus Cadangan Disiapkan
Selasa, 26 Okt 2004 19:55 WIB
Jakarta -
Mengantispasi terjadinya ledakan jumlah penumpang, baik sebelum dan setelah Lebaran, 300 bus ekstra/cadangan disiapkan untuk mengangkut penumpang berbagai tujuan. Sebanyak 350 bus reguler Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) juga disiapkan."Selain bus reguler, Organda DIY juga siap menurunkan 300 armada bus pariwisata untuk mengantisipasi bila terjadi lonjakan penumpang, baik sebelum dan setelah Lebaran."Demikian kata Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Terminal Yogyakarta Asung Waluyo kepada wartawan di Kantor Terminal Giwangan Yogyakarta, Selasa (26/10/2004).Menurut Asung, bus-bus tersebut siap digunakan kapan saja untuk melayani berbagai jurusan. Pihak Organda sudah menyatakan siap, tinggal menunggu permintaan dari Terminal Penumpang Yogyakarta."Kita juga sudah mempersiapkan baik jalur kedatangan, keberangkatan, sampai antisipasi lonjakan penumpang Lebaran. Bahkan prasarana jalan pun juga dicek," katanya.Sampai saat ini, bus cadangan tersebut belum digunakan, namun bila sewaktu waktu dibutuhkan bisa langsung beroperasi. "Sekarang belum ada lonjakan penumpang. Biasanya berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, lonjakan penumpang baru terjadi pada H-4. Sedangkan puncak-puncaknya itu terjadi pada H-2," tutur Asung.Menurut dia, kesiapan Organda DIY untuk menyediakan angkutan itu terungkap dalam rapat koordinasi yang dilakukan dua hari yang lalu. Rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan DIY itu diikuti Dishub Kota/Kabupaten se-DIY, Organda DIY, dan PT Angkasapura. Tujuannya untuk mengecek persiapan angkutan darat dan udara untuk Lebaran.Untuk pelayanan kepada penumpang, terutama di terminal baru Giwangan, lanjut Asung, pihaknya juga sudah menjalin kerjasama dengan pihak pengelola, dengan menyediakan loket-loket informasi. Sebab bangunan terminalnya relatif baru, sehingga memungkinkan banyak penumpang belum tahu.Kapasitas di Terminal Giwangan jauh lebih besar dibandingkan terminal lama, sehingga dapat dipastikan tidak akan terjadi kemacetan atau keruwetan parkir bus di dalam terminal. "Meski ada bus ekstra, tidak akan ruwet seperti di terminal lama," katanya.Menurut Asung, setiap hari biasa, jumlah penumpang yang masuk ke terminal mencapai 10 ribu. Sedangkan di hari libur bisa mencapai 15 ribu lebih. Sedangkan jumlah bus AKAP setiap hari sebanyak 920 rit. Bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) bisa mencapai 1.050 rit. "Namun menjelang dan sesudah Lebaran bisa meningkat hingga 7 persen," katanya.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































