Agar Tak Ngawur Nembak, Polisi akan Jalani Psikotes

Agar Tak Ngawur Nembak, Polisi akan Jalani Psikotes

- detikNews
Selasa, 26 Okt 2004 16:24 WIB
Jakarta - Polisi menembak ngawur seperti Wakapolsek Tanah Abang, wow, tentu mengerikan! Karena itulah agar menembak jitu, secara berkala polisi yang diberi hak mengantongi senjata api (senpi) akan menjalani tes psikologi secara berkala.Demikian dikatakan Kabid Profesi dan Pengamanan Polda Metro Jaya Kombes Irawan Dahlan. "Kita harus melihat kasus ini supaya tidak terulang kembali. Kita cari terobosan. Salah satunya dengan memprogramkan psikotes bagi pengguna senpi. Tes psikologi ini dirasakan perlu karena kondisi orang cenderung berubah dalam waktu 3-4 bulan," kata Irawan pada wartawan di Mapolda, Jl.Sudirman, Jaksel, Selasa (26/10/2004)."Jadi idealnya, psikotes diadakan setiap 6 bulan sekali," sambungnya. Selama ini, polisi pengguna senpi hanya menjalani tes pemeriksaan kesehatan berkala dan tes rohani. Sementara, psikotes untuk pengguna senpi belum ada. Polisi hanya dites psikologi saat masuk menjadi anggota Polri saja.SidangSementara itu, Wakapolsek Metro Tanah Abang AKP Paidi saat ini masih ditahan di Polres Jakpus. Menurut Irawan, setelah pemeriksaan selesai, akan diadakan Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri."Nanti, akan dibentuk tim sidang," kata Irawan. Biasanya kalau untuk perwira, sidang dipimpin Inspektur Pengawasan Dalam (Irwasda) Kombes Robert Siahaya dengan wakilnya, Kabid Propam.Apakah Paidi akan dipecat? "Itu tergantung hasil keputusan sidang nanti. Tapi dia sudah dicopot dari jabatannya," jawab Irawan.Seperti diberitakan, Adi Lauzardi, 33, menderita luka parah terkena tembakan Wakapolsek Metro Tanah Abang AKP Paidi, Minggu dinihari. Saat itu, Paidi bermaksud membubarkan sekumpulan pemuda di Jl KH Mas Mansyur, Gang Abdul Jalil, yang bersebelahan dengan Asrama Polri Tanah Abang. Korban yang juga anggota King's Club Djakarta (KCDJ) itu kini harus menjalani rawat inap di RS Mintohardjo. (nrl/)


Berita Terkait