SBY-Kejaksaan Bikin Kontrak Tegakkan Hukum
Selasa, 26 Okt 2004 11:15 WIB
Jakarta -
Presiden SBY membuat kontrak dengan institusi Kejaksaan untuk menegakkan hukum. SBY juga menantang Kejaksaan untuk menuntaskan sejumlah kasus yang ditangani termasuk kasus pelanggaran HAM, terorisme dan korupsi."Kita bikin kontrak baru, kontrak tanggung jawab dan semua harus melaksanakan kontrak. Yang berada di luar kontrak harus terkena sanksi. Ini mahal biayanya," kata Presiden SBY saat memberikan pengarahan terhadap pejabat eselon I, II dan III di lingkungan Kejagung di Sasana Pradana Kejagung, Jl.Sultan Hasanuddin, Jaksel, Selasa (26/10/2004).Dalam kunjungan penuh kejutan itu, tampak Kejagung tidak ada persiapan maksimal. Hanya sebuah televisi yang disiapkan untuk merelai pidato SBY. Tapi suara dari televisi itu kemeresek dan putus-putus."Institusi Kejagung adalah institusi pertama di pemerintah yang saya kunjungi. Ini artinya, ada harapan rakyat yang sangat tinggi terhadap langkah penegakan hukum dan reformasi hukum," urai SBY yang terkenal dengan gaya tuturnya yang rapi dan sistematis.SBY menjelaskan, selama dia berkampanye berkeliling Indoneisa, ada harapan yang sangat besar dari rakyat Indonesia, salah satunya adalah tuntutan agar keadilan dapat ditegakkan. "Meski pernyataan tersebut emosional dan terkesan tidak rasional, namun itu yang harus kita dengarkan," kata SBY."Sebagian orang menyatakan keadilan telah robek, korupsi merajalela, itu adalah keluhan atas kegagalan lembaga hukum karena tidak profesionalnya dan tidak sabarnya dalam melaksanakan tugas," cerita SBY.Untuk itu, sambung SBY, tugas pemerintah adalah untuk mencegah dan menuntaskan kejahatan HAM, korupsi, dan terorisme. Korupsi yang berskala besar membuat pemerintah keropos, membuat kemiskinan dan rusaknya moral dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.Segala kondisi yang ada, mulai dari pungli dari meja ke meja, rumitnya birokrasi, membuat ekonomi biaya tinggi Sehingga muncul opini yang buruk di kalangan investor luar negeri. "Saya datang ke sini unuk mengajak saudara bersama saya untuk mengatasinya. Perlu tanggung jawab dan komitmen untuk penegakan hukum," tandas SBY yang mengenakan safari coklat ini.TantangDalam pidatonya, SBY menyatakan, media massa banyak yang memuat apa yang dilakukannya dalam 100 hari pertama pemerintahannya. "Maka dari itu saya ingin tahu apakah sudah ada koruptor yang disidang atau diputus. Kalau sudah ada berapa, kalau ada kasus yang harus dilanjutkan mari kita tuntaskan. Kalau pun belum, apa alasannya. Kasus-kasus besar yang harus dituntaskan. Kalau belum, alasannya apa," ungkap pensiunan jenderal bintang empat ini."Saya datang ke sini bukan untuk memuaskan publik. Dan bukan untuk menunjukkan inilah presiden baru, inilah jaksa agung baru. Saya challange kepada Jaksa Agung dan jajarannya untuk berjuang menegakkan hukum," tegas SBY.SBY mengaku memberikan perhatian kepada kasus-kasus besar seperti pembobolan BNI dan tersangka Adrian Waworintu dan sejumlah kasus kourpsi lainnya. "Saya minta tegakkan hukum demi keadilan. Akan saya ikuti dari dekat dari hari ke hari," janji SBY.SBY juga meminta apa yang dilakukan Kejaksaan nantinya bukanlah untuk memuaskan publik, sehingga bertindak parsial. Juga jangan karena diprovok atau dipancing oleh LSM. Tapi, utamanya bersumber pada kesungguhan dari Kejaksaan untuk melaksanakan tugas."Kalau kita bersungguh-sungguh, rakyat akan mempunyai penilaian sendiri. Semuanya harus dilakukan dari dalam diri kita," tegas SBY.Setelah memberikan pengarahan, SBY langsung menuju Gedung Bundar ditemani Jaksa Agung dan JAM Pidsus.
(nrl/)










































