ADVERTISEMENT

Sekolah Master Bagi Kaum Dhuafa di Depok Kini Terancam Digusur

- detikNews
Kamis, 18 Jul 2013 05:13 WIB
Jakarta - Sekolah Master bagi kaum dhuafa dan anak jalanan di Depok, Jabar mungkin akan menjadi sejarah. Sekolah master yang dahulu kerap disebut masjid terminal ini akan digusur Pemkot Depok. Kabarnya anak jalanan yang berkumpul menjadi alasan.

"Tanah sekolah ini bukan milik pemerintah, ini tanah pemberian masyarakat, diwakafkan," jelas Nurokhim, Pembina dan Pendiri Yayasan Bina Insan Mandiri yang menaungi Sekolah Master saat ditemui di ruangannya di Sekolah Master, Jalan Margonda Raya, Terminal Depok, Jawa Barat, Rabu (17/7/2013).

Cikal bakal sekolah ini berdiri tahun 2000 lalu. Berawal remaja masjid di terminal Depok yang kasihan melihat anak jalanan yang berkeliaran tak terdidik. Para pengajar banyak dari mahasiswa UI, mereka menjadi relawan.

Sekolah master kemudian berkembang, donatur banyak yang berdatangan. Seiring waktu, mereka mendapat lahan wakaf, juga sumbangan membangun sekolah. Kini ada 30 ruangan untuk siswa dari TK sampai SMA. Lokasi sekolah ini berada di sekitar terminal Depok.

"Ya ini mau digusur," terang Nurokhim.

Kabarnya, Pemkot Depok ingin menukar lahan sekolah ini dengan tempat lain. Tapi ya namanya sekolah masjid terminal untuk anak jalanan, kalau dipindah ke tempat lain, anak jalanan bisa tak tertampung.

"Ada beberapa siswa sekolah master yang berprestasi, mereka juara tingkat Depok, juara tingkat provinsi, dan juara tingkat nasional. Ada yang juara olimpiade, lomba siswa berprestasi, lomba karya tulis ilmiah, lomba musik, lomba bikin film dokumenter," cerita Nurokhim. Biaya di sekolah ini gratis.

Sekolah ini kini ada 3 ribu orang. Mereka menuntut ilmu di sela-sela pekerjaan menjadi pengamen, semir sepatu dan pekerjaan lainnya.

"Sekolah ini mengurangi banyak anak-anak di jalan. Kini banyak yang percaya diri masuk dunia kerja, atau membuka lapangan kerja," tutupnya.

(ndr/trq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT