Pantauan detikcom, Rabu (17/7/2013), sejumlah pejalan kaki tampak kesusahan melewati deretan pedagang di sepanjang Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sejumlah pedagang menjajakan dagangannya dari jalan depan Blok C hingga depan Blok G. Tampak puluhan PKL berderet hingga berlapis-lapis.
Di beberapa titik, PKL yang menggelar dagangan di tepi jalan dengan meja dan berpayung mencapai tiga lapis. Sementara, pedagang yang menempati lajur tengah jalan mencapai dua lapis. Tak urung, jalan dua arah itu hanya menyisakan masing-masing 1 lajur bagi pengguna jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak jarang, para pejalan kaki memiringkan badan atau melipir ke dalam lapak PKL sebab para pemotor yang tak sabar melintas. Berkali-kali terdengar bising suara klakson motor dan mobil.
"Woy, depan maju woy!" teriak salah satu pemotor yang tampak buru-buru.
Sementara itu, para pembeli yang tak jarang memilih-milih barang di lapak PKL juga sempat bingung mencari jalan. Banyak diantara mereka yang melintas sambil menenteng tas-tas belanjaan.
Sebelumnya, para PKL berkilah bahwa penyebab kemacetan di Tanah Abang tak semata-mata karena keberadaan mereka. Puluhan tempat parkir liar yang memakan badan jalan disinyalir turut ambil peran pada kemacetan di Tanah Abang.
(dni/gah)











































