Eks Dirut IM2 dan Mastel Laporkan Majelis Hakim Tipikor ke KY

- detikNews
Rabu, 17 Jul 2013 13:51 WIB
Laporan ke KY (salmah/detikcom)
Jakarta - Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) melaporkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang memvonis mantan Dirut IM2 Indar Atmanto ke Komisi Yudisial (KY) 4 tahun penjara. Laporan ini terkait dugaan pelanggaran kode etik hakim dalam memutus perkara tersebut.

"Dengan ini meporkan terjadinya pelanggaran kode etik majelis hakim pada pengadilan Tipikor Jakpus yang memeriksa dan mengadili perkara nomor 01/Pid.B/TPK/2013/PN.PST," kata Ketua Umum Mastel, Setyanto di Gedung KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (17/7/2013)

Setyanto mengatakan hakim yang dilaporkan terdiri atas Antonius Widijantono selaku ketua majelis hakim, dua hakim karir Aviantara dan Annas Mustaqiem serta dua hakim ad hoc Anwar dan Slamet.

Menurut Setyanto yang menjadi pertimbangan melaporkan kelima hakim tersebut adalah dalam memeriksa dan mengadili majelis hakim dinilai tidak profesional sehingga dalam putusannya PT Indosat dan IM2 melakukan perjanjian yang melanggar hukum.

"Tidak menggunakan PP No 52/2000 tentang penyelenggaraan telekomunikasi sebagai dasar pertimbangan putusan. Padahal ketentuan tersebut menjadi dasar dibuatnya perjanjian Indosat-IM2. Majelis dinilai gagal memahami ketentuan tersebut dan tidak memperhatikan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan," ucap Setyanto.

Setyanto menambahkan majelis hakim juga dianggap mengabaikan pendapat resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika selaku regulator telekomunikasi Indonesia.

"Pendapat resmi dari Kemenkoinfo yang secara tegas mengatakan tidak ada pelanggaran dalam perjajian kerjasama ini. Model bisnis yang dilakukan IM2 juga dilakukan oleh provider internet lainnya," kata Setyono.

"Kami berharap KY bisa memeriksa pelanggaran kode etik hakim," tambah Setyanto.

Selain Mastel, hadir juga Indar Atmanto. Indar berharap KY segera memproses laporan ini. "Ini sebagai proses menuju kebenaran," ucap Indar yang mengenakan batik merah.

Laporan tersebut diterima langsung oleh Ketua KY Suparman Marzuki yang didampingi oleh juru bicara KY, Asep Rahmat Fajar.

(slm/asp)