"Ini baru pertama kali saya sampaikan ke hadapan publik, berangkat dari apa yang saya rasakan dan alami, sekaligus sebagai pertanggungjawaban saya kepada rakyat Indonesia dan sejarah," ujar Presiden SBY.
Presiden mengatakan itu dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama pimpinan lembaga pers, pemimpin redaksi, serta wartawan Istana, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bangsa ini pilih sistem apa? Apa tetap ingin presidensial atau semi parlementer?" tanya Presiden mengomentari pemikiran yang pertama.
SBY menanyakan, apakah sistem check and balances antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif sudah berjalan baik? "Pertanyaan reflektif pertama ini sangat penting dan harus kita jawab," lanjutnya.
SBY juga meminta agar adanya penegakkan hukum yang yang efektif dan institusi penegak hukum yang kuat. Namun buru-buru SBY meminta jika polisi tengah melakukan penertiban, jangan dianggap tindakan represif.
Dalam kesempatan ini SBY juga meminta agar pers mampu memberitakan suatu yang positif dari bangsa ini. SBY menyindir media yang hanya menulis hal negatif saja.
"Misalnya tidak ada liputan good news sama sekali, hanya bad news semata, maka bagaimana rakyat bisa percaya dengan dirinya sendiri," tutupnya.
(mok/mpr)











































