Terlibat Perampokan Money Changer, Buruh Cuci 'Digaji' Rp 5 Juta

Terlibat Perampokan Money Changer, Buruh Cuci 'Digaji' Rp 5 Juta

- detikNews
Selasa, 16 Jul 2013 18:50 WIB
Jakarta - Perampokan karyawan money changer di Apartemen Aston, Taman Rasuna, Setiabudi, Jaksel melibatkan dua orang perempuan. Salah satu tersangka perempuan mengaku 'digaji' Rp 5 juta dalam aksi perampokan tersebut.

Tersangka berinisial VW alias V (27) ini mengaku, ia awalnya bertemu dengan tersangka CS alias C di sebuah warung pecel lele di kawasan Bekasi.

"Saya awalnya nggak kenal sama pak Kris (CS alias C-red)," ungkap V kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/7/2013).

C yang menghampiri tersangka V tiba-tiba menawarkan pekerjaan menjadi pembantu. "Tugasnya katanya cuma bukain pintu saja. Katanya nanti digaji Rp5 juta," kata V.

V mengaku tertarik dengan ajakan C. Ia langsung menerima tawaran C saat itu.

"Saya perlu uang. Anak saya empat, masih kecil-kecil. Suami cuma tukang ojek," kata dia.

V kemudian diajak oleh C ke Apartemen Aston, Rasuna, Setiabudi, Jaksel pada tanggal 13 Juli 2013 lalu. Setibanya di situ, C mengaku tidak tahu ada aksi perampokan.

"Saya tidak lihat orang-orang pakai penutup kepala. Setelah membukakan pintu (untuk korban-red), saya disuruh masuk kamar lagi. Setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi," kilahnya.

Tersangka V dibekuk aparat Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di rumahnya di Kampung Cerewet Poncol RT 001/016 Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Sabtu (13/7) pukul 16.00 WIB. V tertangkap setelah sebelumnya polisi menangkap empat tersangka lainnya.

Polisi menyebut, ada 7 pelaku yang terlibat dalam aksi perampokan itu. Dua tersangka berinisial DG dan SM masih diburu aparat polisi.

"Tersangka DG dan SM berperan menyergap, melumpuhkan korban disertai ancaman, bersama tersangka RR dan C," ungkap Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan.

Herry mengatakan, para tersangka dijanjikan oleh otak kejahatan berinisial T, mendapat bagian 2 ribu USD dalam aksi tersebut.

(mei/mpr)


Berita Terkait